A Muhaimin Iskandar saat pidato sambutan dalam pengukuhan Pengurus Besar IKA Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) dan Rakernas di Jakarta Selatan, Minggu (13/7/2025). Foto: instagram
JAKARTA, BANGSAONLINE.com – Pernyataan Ketua Umum PKB A. Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang menganggap Nusron Wahid (Menteri Agraria dan Tata Ruang) manusia paling aneh dan dekat habaib viral. Pernyataan Cak Imin itu disampaikan saat pidato sambutan dalam pengukuhan Pengurus Besar Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) dan Rakernas di Jakarta Selatan, Minggu (13/7/2025).
Tapi Mukhlas Syarkun, aktivis NU yang juga penulis buku Ensklopedi Gus Dur, punya persepsi lain. Ia menilai pernyataan Cak Imin itu bukan sekedar guyon atau kelakar. Melainkan manuver politik untuk mendelegitimasi Nusron Wahid dalam perebutan ketua umum PBNU yang akan berlangsung pada 2027 mendatang.
BACA JUGA:
- Menyelamatkan NU, Merawat Rahim: Catatan Reflektif dari Halal Bihalal IKA PMII 2026
- Cak Imin Sebut Ketum PBNU Gagal, Jangan Diteruskan, Nusron: Aumni PMII seperti Tamu di PBNU
- Konflik PBNU Krusial, Kiai Imam Jazuli: Kiai Asep Harus Bertanggungjawab
- Pinjam ke Ning Alissa, Gus Dur Tak Punya Uang, Meski 15 Tahun Ketum PBNU dan Mantan Presiden
“Meskipun muktamar NU masih lama digelar, tapi telah terasa ada manuver untuk persiapan perebutan ketua umum PBNU di muktamar mendatang,” kata Mukhlas Syarkun dalam keterangan tertulis yang diterima BANGAONLINE, Rabu (16/7/2025).
“Telah menjadi maklum untuk menjadi ketua PBNU lazimnya mendapat restu dari penguasa dan memiliki kemampuan ilmu agama dan sekaligus mampu berargumen dengan dalil,” kata Mukhlas Syarkun lagi.
Menurut Mukhlas, Cak Imin sadar bahwa dirinya lemah dalam dua hal itu. Yaitu tak mengusai baca kitab dan tak dekat dengan Presiden Prabowo Subiaonto, meski kini menjabat Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Indonesia.
“Oleh karena itu jauh-jauh hari dia membuat manuver sebagai bagian dari cara untuk menyingkirkan lawan (Nusron) yang dianggap memiliki kedekatan dengan Prabowo dan dapat berargumentasi dengan berdalil sebagaimana layaknya ketua umum PBNU selama ini,” kata alumnus Universitas Malaya Malaysia itu.
Menurut Mukhlas, ini terlihat sekali dalam petikan pidato Cak Imin saat memberikan sambutan dalam acara IKA PMII.
“Itu bagain dari upaya Cak Imin untuk mempersiapkan diri sedini mungkin menghadapi Muktamar NU. Yaitu dengan cara mendelegitimasi pihak pihak yang dianggap sebagai pesaing, diantaranya adalah Nusron Wahid,” tutur Mukhlas Syarkun.
Mukhlas Syarkun mempertegas persepsinya dalam dua hal. Pertama, Cak Imin menyoal penampilan Nusron Wahid yang belakangan ini terlihat kerap berargumentasi dengan dalil dan bahkan mampu membaca kitab Hadits Bukhari.
“Ini sedikit banyak telah terbangun persepsi bahwa Nusron Wahid memiliki kelayakan sebagai calon ketua umum PBNU,” kata Mukhlas.
“Sementara Cak Imin kurang memiliki kemampuan menyajikan dalil dan ia sadar ini menjadi titik lemah bagi dirinya. Sebagai calon ketua umum PBNU ya semestinya mampu berargumentasi dengan dalil-dalil,” tambah Mukhlas Syarkun.
Karena itu, tutur Mukhlas Syarkun, dibuatlah narasi: bahwa kiai sekarang ini sudah jarang dalil eh Nusron Wahid malah dalil terus.
“Pernyataan suadara Muhaimin Iskandar di atas ingin membuat norma atau tradisi baru bahwa untuk menjadi ketua umum PBNU tidak perlu menguasai dalil, sehingga dirinya menjadi layak sebagai calon ketua umum PBNU,” ujar Mukhlas Syarkun.
Kedua, tutur Mukhlas, di pilpres 2024 Nusron Wahid adalah bagian dari team inti pemenangan Prabowo Subianto. Otomatis Nusron memiliki kedekatan dengan Prabowo.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




