Tokoh muda Surabaya, Achmad Hidayat.
Sebagai Kota Pahlawan, ia menyebut Surabaya memiliki tanggung jawab moral lebih besar untuk menyebarkan nilai-nilai kebangsaan. Surabaya bukan hanya tempat kelahiran Bung Karno, tetapi juga menjadi lokasi makam komponis lagu kebangsaan, Wage Rudolf Soepratman.
“Kota Pahlawan harus menjadi cahaya penerang bagi pembangunan ke depan. Di Surabaya juga terdapat pusara WR Soepratman yang diresmikan pemugarannya oleh Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri pada 18 Mei 2003,” paparnya.
Lebih lanjut, Achmad menilai lirik lagu Indonesia Raya tiga stanza memiliki kekuatan dalam menggugah semangat persatuan dan kebhinnekaan. Ia mendorong agar lagu tersebut dikenalkan secara aktif dalam MPLS di semua sekolah di Surabaya.
“Jika dicermati kata per kata, Lagu Indonesia Raya tiga stanza menggugah semangat nasionalisme dan Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya.
Tak hanya di lingkungan sekolah, ia juga menyarankan agar lagu Indonesia Raya tiga stanza dibiasakan dalam kegiatan resmi Pemerintah Kota, kampus, dan instansi lainnya. Menurut dia, pembangunan fisik perlu diimbangi dengan pembangunan jiwa kebangsaan masyarakat.
“Semoga Wali Kota Eri Cahyadi dan Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono juga mendukung, karena pembangunan infrastruktur kota yang memadai harus dibarengi dengan upaya menggugah semangat kebangsaan warganya,” pungkasnya. (rom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




