Datangi 5 Tempat Perjuangan KH M Yusuf Hasyim, Prof Usep: Ini Dahsyat, Perkuat Kepahlawanan Pak Ud

Datangi 5 Tempat Perjuangan KH M Yusuf Hasyim, Prof Usep: Ini Dahsyat, Perkuat Kepahlawanan Pak Ud Prof Dr Usep Abdul Matin, MA dan rombongan saat tahlil di maqbarah KH M Yusuf Hasyim di Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur, Sabtu (4/7/2025). Pembacaan tahlil itu dipimpin Syaikh Ahmad Muhammad Mabruk. Foto: bangsaonline

Desa Cukir sangat strategis karena merupakan salah satu pusat ekonomi. Sekitar 600 meter dari Pesantren Tebuireng berdiri tegak pabrik gula sejak pemerintahan Hindia Belanda. Pabrik gula itu sampai sekarang akftif dan produktif.

Prof Usep dan tim kemudian menuju Ngelaban, Kecamatan Diwek. Di tempat ini masih berdiri mushalla yang dulu pernah menjadi markas Hizbullah.

Prof Usep dan tim lalu bergerak ke Banjaranyar, Sumber Agung, Peterongan Jombang.

“Dulu Kolonel Infanteri Soengkono menginstuksikan agar semua pasukan yang berada di wilayah kekuasaan garis van Mook (pemerintah Hindia Belanda) menarik diri keluar, dan berkumpul di Dusun Banjaranyar, Desa Sumber Agung, Peterongan,” kata Prof Usep.

Menurut Prof Usep, instruksi itu juga berlaku pada KH M Yusuf Hasyim. “Ini memang atas keberhasilan Pak Ud dalam perang melawan agresi militer I dan II sehingga Pak Ud diamanati menjadi Komandan Kompi Bataliyon 519 di Tuban Jawa Timur,” kata Prof Usep.

Penarikan pasukan ini, ungkap Prof Usep, bertujuan agar semua pasukan bataliyon menggunakan kesempatan gencatan senjata untuk mengadakan konsolidasi dan menata kembali formasi bataliyon sesuai dengan instruksi Kolonel Infanteri Soengkono.

“Jadi tempat ini (Banjaranyar) sangat strategis dan menjadi salah satu bukti kesuksesan Pak Ud dalam mengamankan Jombang,” kata Prof Usep.

Dari Banjaranyar Prof Usep dan tim kemudian menuju Kesamben. Di Kesamben ini Prof Usep menyaksikan rumah berarsitektur Belanda yang masih kokoh. Di rumah itu tertulis “Tempat serah terima peralihan kekuasaan Kesamben dari garis van Mook Mojokerto ke Jombang.”

“Yang menerima penyerahan kekuasaan itu Pak Kiai Yusuf Hasyim sendiri,” kata penjaga rumah yang mengaku ditugasi Kiai Muhammad Yusuf Hasyim untuk menjaga rumah tersebut kepada Prof Usep.

Penjaga rumah itu mengaku banyak mendapat cerita dari Kiai Muhammad Yusuf Hasyim tentang riwayat rumah tersebut. “Saat memberi penjelasan Kiai Yusuf Hasyim berdiri di situ,” katanya sembari menunjuk tiang bendera merah putih yang berdiri di halaman rumah tersebut.

Di Kesamben inilah Prof Usep semakin yakin dan menemukan korelasi faktual perjuangan . “Ternyata dekat sungai. Ini semakin memperkuat perjuangan dan kepahlawan Pak Ud karena semua aktivitas perang Belanda memang selalu berbasis sungai,” kata Prof Usep.

Karena itu Prof Usep minta diantar ke sungai yang letaknya tak jauh dari rumah yang penuh sejarah tersebut. Sungai itu cukup besar dan airnya jernih. Pantauan BANGSAONLNE, sungai itu memang berada persis di titik perbatasan Jombang dan Mojokerto. Bahkan di pinggir sungai itu ada tugu kecil bertulis: Batas Kabupaten Jombang-Mojokerto.

Yang menarik, sungai itu masih menjadi sarana transportasi tradisional masyarakat sekitar. Ada beberapa perahu bermesin diesel hilir mudik memuat penumpang dan sepeda motor.

Dari Kesamben, rombongan Prof Usep menuju Dusun Pojok Desa Gambiran Kecamatan Mojoagung Mojokerto. Tepatnya kantor Polsek Mojoagung.

“Dulu Markas Pojok itu lokasi pertahanan (garis depan) yagn ditempati bataliyon Condromowo dalam mempertahankan dilayah Republik Indonesia dari kemungkinan peberobosan tentara Belanda dari arah Mojokerto lewat Brangkal Sooko,” kata Mukani yang mengantar Prof Usep dan tim.

Lalu apa peran dalam peristiwa di Mojoagung itu? “Beliau salah satu komandan Kompi dalam Bataliyon Condromowo yang mempertahankan kekuasaan Republik Indonesia sekaligus merebut garis van Mook di Mojoagung,” tambah Mukani merujuk pada buku sejarah Laskar Hizbullah yang sangat tebal.

Yang menarik, lokasi jejak perjuangan Kiai Muhammad Yusuf Hasyim di Dusun Pojok Desa Gambiran Kecamatan Mojoagung juga dekat dengan sungai. Yaitu sungai Brangkal. Karena itu Prof Usep minta tim untuk memfoto sungai Brangkal, yang letaknya tak jauh dari Polsek Mojoagung.

“Pak Ud benar-benar seorang pejuang hebat dan luar biasa. Data verifikasi ini sangat dahsyat. Ini semakin memperkuat Pak Ud sebagai pejuang dan pahlawan,” tutur Prof Usep.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO