Ia menekankan bahwa salah satu amanah utama dari para pimpinan NU adalah merangkul semua komponen masyarakat tanpa memandang latar belakang.
“Ini menjadi bagian dari tugas kami ke depan. Tidak hanya membesarkan organisasi, tetapi juga bersinergi antar komponen. Selain itu, kami akan fokus pada penguatan perekonomian warga. Kebijakan-kebijakan yang bersentuhan langsung dengan kesejahteraan masyarakat harus kita dorong bersama,” tegasnya.
Saat ditanya mengenai langkah strategis untuk mengembalikan kejayaan NU di Surabaya, Masduqi menekankan pentingnya penataan organisasi dari bawah ke atas.
“Langkah awal tentu adalah menata organisasi. Dimulai dari anak ranting, ranting, MWC hingga ke tingkat PC. Struktur harus tertata dan solid hingga ke pemerintahan” terangnya.
Menurutnya, soliditas dan sinergi adalah kunci utama dalam membangun NU yang berpengaruh dan memberi maslahat bagi umat.
“Kita harus bersinergi dengan seluruh komponen internal NU maupun eksternal seperti pemerintah, masyarakat, dan organisasi keagamaan lainnya. Tujuannya jelas, membangun hubungan yang baik antar ummat,” ungkapnya.
Sementara itu, Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar berharap, pelantikan PCNU Surabaya bisa menjadi inspirasi PCNU lainnya.
"Mudah-mudahan menjadi isnpirasi semua PCNU di Jawa Timur, karena Surabaya ibu kota Jawa Timur. Itu yang diharapkan," pungkasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




