Khofifah saat menghadiri istigasah dan seminar di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Jalan Siwalankerto Utara 2, Surabaya
KH Asep menyebut, sejumlah dokumen dan buku tentang perjuangan KH Yusuf Hasyim telah disiapkan untuk mendukung proses pengusulan ke Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) hingga Sekretariat Negara.
KH Yusuf Hasyim dikenal sebagai pendiri sekaligus pemimpin Laskar Hizbullah, yang memiliki peran strategis dalam mempertahankan kemerdekaan pasca-Proklamasi 1945. Selain aktif di dunia militer santri, beliau juga gencar membangun sistem pendidikan pesantren yang berorientasi pada nilai-nilai kebangsaan.
“Kalau bukan karena beliau, bisa jadi sebagian wilayah Jawa Timur sudah lepas dari Indonesia,” imbuh KH Asep.
KH Yusuf Hasyim juga tercatat aktif dalam peristiwa 10 November di Surabaya dan sejumlah peristiwa penting lain dalam sejarah perjuangan mempertahankan NKRI.
Selain tokoh-tokoh tersebut, hadir pula Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz, Kepala Badan Penyelenggara Haji Indonesia KH M Irfan Yusuf, dan para akademisi lainnya.
Dukungan terhadap pengusulan gelar Pahlawan Nasional untuk KH Yusuf Hasyim terus menguat.
Ia dinilai bukan hanya ulama, tapi juga pejuang dan pendidik yang berkontribusi besar dalam membentuk karakter kebangsaan melalui dunia pesantren.(dev/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




