Gubernur Khofifah saat meninjau dampak longsor di Trenggalek. Foto: DEVI FITRI AFRIYANTI/BANGSAONLINE
TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah meninjau langsung lokasi bencana tanah longsor di Dusun Kebonagung, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kamis (22/5/2025). Sejak pukul 06.00 WIB, ia telah berada di lokasi terdampak untuk memastikan penanganan tanggap darurat berjalan optimal, serta menyampaikan komitmen Pemprov Jatim dalam upaya mitigasi dan relokasi warga yang terdampak.
Khofifah mengungkapkan, pihaknya menggandeng Universitas Brawijaya untuk mendeteksi titik-titik rawan longsor menggunakan alat pendeteksi aliran air bawah tanah.
BACA JUGA:
- WFH ASN Jatim Bergeser ke Jumat Mulai Juni, Gubernur Khofifah: Ikuti Arahan Mendagri
- Pecel Masuk 10 Besar Salad Terbaik Dunia, Khofifah: Bukti Kuliner Jatim Mendunia
- Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026, Gubernur Khofifah Hadir di Layanan Kegiatan Jawara
- Laksanakan Sholat Idul Adha di Al Akbar, Gubernur Khofifah Serahkan Kurban dari Presiden Prabowo
“Dari Universitas Brawijaya punya alat cukup canggih untuk bisa mendeteksi titik-titik mana yang diindikasikan di bawahnya masih ada aliran air. Kalau kita lihat, tadi jalan yang kita lewati sudah mulai retak. Jika di bawahnya masih ada aliran air dan intensitas hujan tinggi, jalan itu bisa terbelah,” ujarnya.
Guna mengantisipasi potensi longsor susulan, berbagai upaya mitigasi dilakukan, salah satunya dengan pemasangan bendera semaphore sebagai penanda area rawan.
“Dengan adanya bendera semaphore, relawan dapat mengenali titik-titik mana yang perlu diwaspadai,” kata Khofifah.
Ia juga menekankan pentingnya pemetaan titik rawan longsor secara presisi agar upaya mitigasi bisa lebih efektif. Khofifah menunjukkan sebuah rumah yang berada di atas tebing sebagai contoh lokasi yang memerlukan perhatian khusus. Ia menilai bahwa rumah-rumah yang berada di area rawan longsor seyogianya segera dipertimbangkan untuk direlokasi.
“Tim terpadu akan melakukan identifikasi rumah-rumah yang sudah termasuk dalam kategori rawan longsor. Kalau bisa relokasi dilakukan, akan jauh lebih aman bagi warga,” ucapnya.
Menurut dia, proses identifikasi lahan relokasi terus dilakukan dengan mempertimbangkan akses terhadap mata pencaharian warga.
“Kalau relokasinya tidak terlalu jauh dari lokasi asal dan tetap dekat dengan sumber penghidupan mereka, prosesnya bisa dipercepat. Pemprov siap mempercepat pembangunan di lokasi baru yang disepakati masyarakat,” paparnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




