Gubernur Khofifah saat meninjau dampak longsor di Trenggalek. Foto: DEVI FITRI AFRIYANTI/BANGSAONLINE

Terkait pencarian korban yang masih tertimbun material longsor, Khofifah menyebut Kapolres Trenggalek telah mengirimkan anjing pelacak untuk membantu proses identifikasi lokasi. Tim Inafis dari Polda Jatim juga turut dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian.
“Mohon doa dari semuanya agar pencarian korban yang tertimbun diberi kemudahan. Kami terus berupaya maksimal,” tuturnya.
Tak hanya meninjau lokasi longsor, ia juga mengunjungi Bendungan Bagong, yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Lokasi tersebut terdampak banjir akibat pembuangan material tanah yang menyebabkan pendangkalan sungai. Kejadian ini memperparah risiko banjir di sekitar kawasan.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Jawa Timur, Restu Novi Widiani, menjelaskan bahwa pihaknya bersama Kementerian Sosial RI telah membuka dapur umum untuk memenuhi kebutuhan logistik korban dan tim pencarian.
“Hari ini kami mendistribusikan 850 nasi bungkus ke lokasi longsor dalam tiga kali pengiriman. Selain itu, kami juga menyalurkan 3.800 nasi bungkus ke wilayah terdampak banjir di lima kecamatan,” katanya.
Adapun distribusi makanan dilakukan ke Kecamatan Pogalan (1.300 bungkus), Kecamatan Trenggalek (693 bungkus), Kecamatan Gandusari (850 bungkus), dan Kecamatan Durenan (125 bungkus). Upaya ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga semangat para relawan dan petugas yang bekerja di lapangan.
Gubernur menegaskan bahwa penanganan bencana di Trenggalek tidak hanya bersifat tanggap darurat, tetapi juga akan diarahkan pada pemulihan jangka panjang, termasuk penyediaan hunian layak bagi warga terdampak.
“Keamanan dan kenyamanan masyarakat menjadi prioritas kami,” pungkasnya. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




