Lokasi terjadinya bentrok antar pemilik lahan. foto: rusmiyanto/BANGSAONLINE
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Bentrokan terjadi di area depan perumahan The Royal Park Residence, Gunung Anyar Surabaya, Rabu (07/10) siang, antara dua penguasa lahan.
Meski tidak ada korban jiwa pada kedua belah pihak, namun seorang anggota polisi menghembusnya nyawa saat berada di lokasi saat berusaha untuk mengamankan.
BACA JUGA:
- Polisi Ringkus Spesialis Pencuri Sparepart Mobil di Surabaya
- Bawa HP Sambil Naik Sepeda Listrik, Bocah 10 Tahun di Surabaya Utara Jadi Korban Jambret
- Polrestabes Surabaya Bongkar Sindikat STNK Aspal, Lima Tersangka Ditangkap
- Terekam CCTV , Motor Yamaha Fazio Pengunjung Warkop Digondol Maling di Pakal Surabaya
Bentrok dipicu atas sengketa lahan di proyek pembangunan sebuah apartemen yang berada tepat di seberang The Royal Park Recidence. Kendati kedua massa sudah berkumpul sejak pukul 09.00 WIB, namun bentrokan baru pecah sekitar pukul 11.00 WIB.
"Orang yang ke sini itu karena merasa memiliki tambak yang telah dibangun apartemen ini. Nah, saat orang-orang itu mencoba memaksa hendak memagari lahan. Datang pihak keamanan proyek apartemen lantas tidak terima. Akhirnya terlibat adu mulut hingga bentrok," kata warga sekitar, Agus.
Sejumlah warga menyebut, kedua kubu yang bentrok sebenarnya bukan orang-orang yang memiliki hak atas tanah. Artinya bukan pemilik tambak maupun pihak pengembang apartemen. Melainkan diduga para preman yang sengaja disewa kedua belah pihak.
Sementara, sumber internal kepolisian membenarkan jika ada seorang anggota Polsek Rungkut yang meninggal pada saat bentrokan pecah. Diketahui anggota polisi tersebut bernama Aiptu Mas'ud.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




