Sementara empat jemaah lainnya yang sebelumnya dirawat telah dinyatakan pulih dan akan diberangkatkan dalam kloter selanjutnya.
Sayangnya, empat jemaah telah meninggal dunia: dua di RS Haji Surabaya, satu di Madinah, dan satu di Makkah.
Sugiyo menyampaikan permohonan maaf atas perubahan jadwal keberangkatan yang berbasis syarikah, serta dampaknya terhadap kondisi mental jemaah. Ia mengimbau para calon jemaah untuk bersabar dan tetap fokus pada niat ibadah.
“Perubahan jadwal ini menimbulkan ketidaknyamanan. Kami mohon maaf. Berangkat haji adalah ibadah, niat harus kuat dan ikhlas,” pesannya.
Meski terjadi perubahan jadwal, Sugiyo memastikan seluruh jemaah yang sempat tertunda tetap akan diberangkatkan tahun ini.
“Secara administrasi, seluruh jemaah akan berangkat. Namun, kehendak Allah SWT tetap menjadi penentu,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




