Damkar bersama petugas medis melepas cincin paralon di kemaluan kakek di Ngawi. Foto: Ist.
"Proses penanganan membutuhkan waktu hampir satu jam lamanya mulai pukul 04.30 WIB hingga 05.30 WIB," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang kakek datang ke kantor Damkar dengan menunjukkan penisnya terjepit cincin paralon.
Kakek tersebut mengaku dengan sengaja memasang cincin paralon ke kemaluannya 2 hari sebelum dia datang ke Kantor Damkar.
"Beliau itu memasang paralon di alat kemaluannya itu 2 hari sebelum laporan minta bantuan melepaskan. Karena dia merasakan sakit yang luar biasa dan tidak bisa buang air kecil akhirnya dia berinisiatif datang ke kami," kata Purwanto, Rabu (14/5/2025).
Kepada petugas sang kakek mengakui dirinya sengaja memasang cincin paralon di kemaluannya itu supaya kemaluannya tidak bereaksi saat mendapatkan rangsangan seksual. Dia berharap paralon di kemaluannya itu bisa mencegahnya berfantasi.
"Katanya untuk mengantisipasi supaya tidak berhalusinasi atau berfantasi seksual sehingga kemaluannya tidak bereaksi saat dimasukkan pipa paralon air itu," tutur Purwanto. (rif)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




