Damkar bersama petugas medis melepas cincin paralon di kemaluan kakek di Ngawi. Foto: Ist.
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Seorang kakek berusia 65 tahun datangi kantor Pemadam Kebakaran Ngawi dengan wajah menahan sakit. Tak banyak bicara, kakek tersebut memperlihatkan kondisi kelaminnya yang membengkak akibat terjepit cincin dari pipa paralon.
Petugas yang menangani keluhan tersebut mendadak kaget dan bergerak melakukan pertolongan terhadap kakek tersebut.
BACA JUGA:
- Viral Pengendara Motor di Surabaya Bawa Kardus Berisi Barang Harga Rp70 Jutaan
- Viral! Siswa SD di Probolinggo jadi Korban Bullying, Polisi Lakukan Penyelidikan
- Jambret Apes! Nekat Gasak Perhiasan Emak-emak di Blitar, Ternyata Emas Imitasi
- Polemik Yai Mim dan Sahara, Gus Yusuf Minta Alumni Tebuireng Jaga Adab
Diketahui, kakek tersebut bernama Suroso, warga Kecamatan Jogorogo yang selama dua hari terakhir ini, hidup dengan derita karena alat vitalnya terjepit cincin paralon.
Proses evakuasi itu, harus ditangani serius oleh tim Damkar dan medis di RS Widodo Ngawi. Penanganan pun butuh waktu sebentar.
"Pelapor kami bawa ke Rumah Sakit Widodo untuk proses lebih lanjut. Pelapor punya inisiatif langsung ke Damkar karena sering melihat Damkar dalam menangani aduan masyarakat," kata Kasi Penyelamatan dan Evakuasi Pemadam Kebakaran Kabupaten Ngawi, Purwanto, Rabu (14/5/2025).
Purwanto mengatakan, proses melepaskan paralon dari penis itu, tidak bisa dibilang mdua. Sebab, tim damkar bersama RS Widodo Ngawi butuh waktu kurang lebih 1 jam, hingga akhirnya paralon itu terlepas dari penisnya.
"Proses penanganan membutuhkan waktu hampir satu jam lamanya mulai pukul 04.30 WIB hingga 05.30 WIB," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang kakek datang ke kantor Damkar dengan menunjukkan penisnya terjepit cincin paralon.
Kakek tersebut mengaku dengan sengaja memasang cincin paralon ke kemaluannya 2 hari sebelum dia datang ke Kantor Damkar.
"Beliau itu memasang paralon di alat kemaluannya itu 2 hari sebelum laporan minta bantuan melepaskan. Karena dia merasakan sakit yang luar biasa dan tidak bisa buang air kecil akhirnya dia berinisiatif datang ke kami," kata Purwanto, Rabu (14/5/2025).
Kepada petugas sang kakek mengakui dirinya sengaja memasang cincin paralon di kemaluannya itu supaya kemaluannya tidak bereaksi saat mendapatkan rangsangan seksual. Dia berharap paralon di kemaluannya itu bisa mencegahnya berfantasi.
"Katanya untuk mengantisipasi supaya tidak berhalusinasi atau berfantasi seksual sehingga kemaluannya tidak bereaksi saat dimasukkan pipa paralon air itu," tutur Purwanto. (rif)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




