Wakil Wali Kota Kediri Qowimmudin didampingi Kalaksa BPBD Kota Kediri Joko Arianto saat menyerahkan SK pengukuhan Tim SPAB SMPN 6 Kota Kediri. Foto: Ist.
Qowim menambahkan, bahwa pihaknya sudah meminta Kalaksa BPBD agar terus menyosialisasikan program ini.
"Kami juga memiliki layanan kegawatdaruratan call center Lapor Mbak Wali 112. Masyarakat dengan mudah mengakses untuk melaporkan apabila terjadi kegawatdaruratan termasuk bencana," pungkasnya.
Sementara Kalaksa BPBD Kota Kediri, Joko Arianto, menjelaskan bahwa hingga saat ini SPAB sudah dibentuk di empat sekolah. Yaitu SDN Betet 1, SMAN 2 Kediri, SMA 5 Taruna Brawijaya, dan SMPN 6 Kota Kediri.
Joko menjelaskan alasan pembentukan tim SPAB di SMPN 6 Kota Kediri, karena Kelurahan Gayam rawan bencana berdasarkan hasil kajian. Meliputi gempa bumi, banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, dan kekeringan.
Adapun tim SPAB beranggotakan 35 orang. Terdiri dari siswa, guru, komite sekolah, warga sekitar, wali murid, pegawai kelurahan, dan lainnya.
"Makanya kita bentuk SPAB di sini. Ketika nanti terjadi bencana, siswa, guru, wali murid, dan warga sekitar mengerti ilmu kebencanaan serta apa yang harus dilakukan. Jadi seperti dalam simulasi tadi, ketika terjadi bencana semua koordinator lapor ke kepala sekolah dan dilaporkan ke Lapor Mbak Wali 112. Lalu dilakukan penanganan bencana," jelasnya.
Joko menambahkan, tim SPAB telah mendapat pelatihan selama empat hari mengenai kebencanaan. Pelatihan dilakukan dari pagi hingga sore. Lalu di hari terkahir dilakukan simulasi untuk mempraktikan apa saja yang telah disosialisasikan dalam pelatihan.
"Jadi tadi kita lihat ketika terjadi bencana mereka sudah tahu perannya dan apa yang harus dilakukan. Tim ini juga mensosialisasikan kepada warga sekolah dan lingkungan sekitar mengenai tanggap bencana," tandasnya.
Turut hadir, perwakilan Dinas Pendidikan, Camat Mojoroto Bambang Tri, Lurah Gayam Andri Iriawan, Kepala Sekolah SMPN 6 Kediri Boedi Pramono, dan tamu undangan lainnya. (uji/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




