Kontroversi Dedi Mulyadi: dari Gubernur Konten hingga Vasektomi dan Aura Cinta

Kontroversi Dedi Mulyadi:  dari Gubernur Konten hingga Vasektomi dan Aura Cinta Dedi Mulyadi. Foto: CNBC/Tri Susilo/CNN Indonesia

Terutama terkait dengan keinginan Dedi Mulyadi menghapus acara wisuda di sekolah. Aura Cinta ngotot agar wisuda dan acara perpisahan di sekolah tetap diadakan dengan alasan agar para siswa punya kenangan.

Tapi juga kukuh untuk mempertahankan gagasannya. Ia bahkan sempat neyemprot Aura Cinta dengan kata-kata yang kurang bijak.

"Rakyat miskin, gak punya rumah lagi. Rumahnya di bantaran kali lagi. Tapi sekolahnya mau gaya-gayaan mau ada wisuda," kata Dedi Mulyadi.

Menurut Dedi Mulyadi, seharusnya kritik terhadap gubernur jika gubernunya punya kebijakan yang membebani rakyat, sekolah harus bayar iuran.

"He eh rumah aja ga punya kok mau bayar perpisahan, giman sih speak up nya," kata .

Keberanian Aura Cinta berdebat dan bahkan mengeritik Gubernur Dedi Mulyadi pun mendapat bully secara masih. Teruama dari para pendukung . Mereka rame-rame menghujat gadis remaja miskin itu. 

Konten-konten di akun para  buzzer juga bertebaran membantai Aura Cinta.

“Sudah miskin songong,” hujat mereka. Yang lain menyebut Aura tak tahu diri.

Orang tua Aura Cinta juga diserang secara masif. Para buzzer itu mencela orang tua Aura Cinta tak bisa mendidik anak. 

"Sehingga Aura Cinta sombong," kata mereka sembari memuji-muji sebagai gubernur idaman mereka.

Namun belakangan mulai muncul perlawanan dari netizen terhadap para pendukung . Mereka membela Aura Cinta. 

“Berarti kalau kaya boleh sombong dan gak punya adab ya,” tulis mereka.

Menurut mereka, anak pintar seperti Aura Cinta seharusnya dibina, bukan dipojokkan karena miskin.

“Miskin atau kaya kan Tuhan yang ngatur,” kata mereka.

Aura Cinta adalah lulusan SMA Negeri 1 Cikarang Utara. Ibunya tak bekerja, sedangkan ayahnya berprofesi sebagai pedagang botol kaca untuk bensin.

Meski lahir dalam keluarga miskin tapi Aura Cinta punya cita-cita tinggi. Ia mengaku ingin kuliah di UI jurusan filsafat.

Lalu bagaimana tanggapan Ketua RT Sukajaya Cikarang, tempat Aura Cinta dan orang tuanya pernah tinggal?

"Kalau menurut saya, bocah ini pastinya nggak tiba-tiba ya ngomong kayak gitu, ada asal-usulnya kalau mau ditelusuri. Mungkin karena amarah itu bocah, rumahnya kegusur, ya muda-mudi kayak gitu mencuatlah kekesalannya. Namanya orang marah, nggak tiba-tiba. Bukan saya ngebela, malah saya miris gitu. Karena akhlak, jaga ucapan, itu juga penting," kata Nurdin Ketua RT 1 RW 1 Sukajaya, Cikarang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat seperti dikutip detik.com.

Hingar bingar memang menarik. Mari kita tunggu hasil kepemimpinannya. Mampukah ia menghapus atau mengurangi kemiskinan dan mendongkrak pendidikan warga Jawa Barat?

Bagaimana pula dengan PAD Jawa Barat dalam kepemimpinan kelak? 

Yang perlu dicatat seringkali popularitas tak selalu linier dengan prestasi kerja? Apalagi manfaat bagi rakyat. Kita tunggu saja!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO