Kanit PPA Satreskrim Polres Kediri, Ipda Hery Wiyono.
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Satreskrim Polres Kediri menggelar rekonstruksi kasus pengeroyokan seorang siswa sebuah SMA di Pare, yang diduga melibatkan 14 pelaku anak di bawah umur, Senin (7/4/2025).
Kanit PPA Satreskrim Polres Kediri, Ipda Hery Wiyono, mengatakan bahwa terdapat 24 adegan yang diperagakan dalam rekonstruksi ini.
BACA JUGA:
- Wali Kota Kediri Berangkatkan 1.100 Pekerja Hadiri Peresmian Museum Marsinah di Nganjuk
- Operasi 'Jumat Gaul' di Kabupaten Kediri, Empat Pelanggar Lalin dan Kerumunan Pemuda Ditertibkan
- Libur Panjang Bikin SLG Kediri Dipadati Wisatawan, Parkir Dibuka Penuh
- Upah Rp70-90 Ribu, Penambang Pasir Brantas Kediri Tetap Bertahan
Dari 24 adegan tersebut, ia menyebut ada satu adegan (ke-19) yang memunculkan silang pendapat antara persepsi terduga pelaku dan korban.
"Namun itu semuanya kami tampung, dan nanti petugas kami akan menyelidikinya lebih lanjut," ujarnya.
Menurut dia, perbedaan pendapat itu yaitu versi anak korban yang hidup, ada anak pelaku yang saat kejadian mendatangi anak korban meninggal dunia berinisial RY. Namun, dari keterangan anak pelaku menyatakan tidak mendatangi anak korban meninggal.
"Dalam rekonstruksi ini, anak korban yang memberikan keterangan anak pelaku mendatangi anak korban RY yang meninggal dunia itu, ia tidak bisa menjelaskan dengan rinci, tindakan apa yang dilakukan anak pelaku saat mendatangi anak korban yang tidak bernyawa ini," paparnya.
Terkait motif kasus pengeroyokan ini, lanjut Hery, diawali perbuatan saling ejek saat berpapasan di jalan raya Desa Tanjung, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




