Gubernur Jatim Tinjau Kesiapan Operasional Kapal Cepat Banyuwangi-Denpasar

Gubernur Jatim Tinjau Kesiapan Operasional Kapal Cepat Banyuwangi-Denpasar

Pelabuhan boom sangat memberikan manfaat yg besar bagi konektifitas dan perdagangan masyarakat kepulauan, kapal kapal pelayaran rakyat di Jawa Timur.

Pengembangan

Pemprov Jawa Timur telah mengembangkan pelabuhan boom dgn membangun dermaga pelra sepanjang 600 meter, dermaga cruise 80 x 10 meter2, groun dtank air bersih kapasitas 125 m3, rumah dinas 2 unit, masjid 1 unit, lapangan parkir dan jogging track, 5 unit SBNP (merah, hijau, putih), membangun kantor UPT PPR serta membangun breakwater breakwater pengendali sedimen atau breakwater untuk kantong kantong sedimen (fishtail) untuk menuntaskan dan memberikan solusi terhadap persoalan besarnya sedimentasi di pelabuhan boom, sehingga dapat beroperasi melayani angkutan pelayaran rakyat seperti yang kita saksikan saat ini.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur sampai dengan saat ini, masih mengalokasikan APBD nya untuk melakukan maintanance terhadap alur pelayaran dan kolam pelabuhan dari sedimentasi dan perpanjangan fishtail yg terus dikejar sedimentasi dari arah selatan, kalau tidak sedimentasi akan masuk ke kantong kantong sedimen dan pada akhirnya sedimentasi akan kembali menutupi muara pelabuhan, sehingga pelabuhan boom yg kita banggakan tdk bisa optimal dioperasikan. jangan sampai hal ini terjadi.

juga sesuai Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM.432 Tahun 2017 tentang Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN) adalah pelabuhan dgn hierarkhi Pelabuhan Pengumpan Regional adalah pelabuhan dgn kewenangan yg diusahakan oleh Pemerintah Provinsi sesuai Undang Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran dan sesuai Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemda. bahwa Pelabuhan Pengumpan Regional adalah menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi dalam pengelolaannya.

Lebih lanjut, pengembangan di tidak sekadar memaksimalkan sektor layanan publik, melainkan turut menumbuhkan ekonomi daerah dari berbagai sektor, mulai pendapatan dari masing-masing daerah, UMKM dan hotel.

“Selain itu dengan hadirnya layanan Kapal Cepat ini bisa membawa wisatawan mancanegara masuk ke sehingga ekonomi tumbuh pesat," ungkapnya.

Nantinya, kapal yang akan beroperasi memiliki panjang 70 meter dan lebar 5 meter. Kapal ini akan mampu menampung 300 penumpang dengan estimasi waktu pelayaran 2,5 jam.

"Sudah disiapkan satu kapal untuk menjajaki respon pasar. Kalau respon pasar bagus akan ditambah kapalnya," tandasnya.

Selain itu Saya juga meninjau aset milik Pemprov. Jatim yang dikerjasamakan dengan PT. ASDP Ketapang yg membutuhkan Jembatan Penghubung dari Pelabuhan LCM ke Dermaga Bulusan agar tidak sampai terjadi pembangunan yg memicu potensi konflik sosial dengan pemukiman penduduk disekitar dermaga Bulusan, saat ini masih dibuat kajian dan Detail Enginering Desain (DED) yg mudah mudahan bisa selesai cepat dan jembatan penghubungan dapat segera dibangun untuk memperlancar arus angkutan penyeberangan di Pelabuhan Ketapang.

"Saya juga melakukan pemantauan angkutan balik lebaran dari Ketapang menuju Gilimanuk, sesuai keterangan dari GM Pelabuhan Ketapang, bahwa puncak arus balik diperkirakan akan terjadi di H+6 besok," pungkasnya (dev/van)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Cuaca Kurang Bersahabat, Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk Ditutup':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO