Operasoional Logindo Jatim
DPD Klub Logindo Jatim menilai bahwa kebijakan ini perlu ditinjau ulang dan disesuaikan dengan kondisi riil industri dan supply chain logistik.
Regulasi yang diterapkan secara generalisasi tanpa mempertimbangkan kebutuhan spesifik setiap sektor justru dapat menciptakan ketidakadilan dan melemahkan daya saing ekonomi nasional.
"Kami bukan menolak aturan, tetapi kami ingin kebijakan yang diterapkan mempertimbangkan dampaknya secara menyeluruh. Kami berharap ada keseimbangan antara regulasi dan keberlanjutan ekonomi, agar semua pihak dapat tetap berjalan tanpa hambatan yang berlebihan," tegas Christin Adni Susilowati.
Sebagai langkah lanjutan, DPD Klub Logindo Jatim mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga komunikasi yang positif, saling menghormati perbedaan pendapat, dan bersama-sama mencari solusi terbaik bagi keberlangsungan sektor logistik dan ekonomi nasional.
Sebagai bagian dari dunia usaha, DPD Klub Logindo Jatim memilih untuk menyampaikan aspirasi melalui jalur komunikasi yang lebih konstruktif, bukan melalui aksi demonstrasi.
Organisasi ini berharap adanya ruang dialog yang lebih terbuka dengan pemangku kepentingan agar dapat ditemukan solusi yang lebih adil, proporsional, dan tidak menghambat sektor usaha serta tenaga kerja.
Kepada seluruh pengusaha truk yang tergabung dalam Klub Logindo, DPD Klub Logindo Jatim menghimbau untuk tetap menjalankan kegiatan ekonomi dengan menjunjung tinggi profesionalisme, memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, serta memastikan keselamatan dan keamanan berkendara di jalan raya.
"Untuk memastikan kelancaran kegiatan operasional serta menghindari potensi gangguan, kami mengharapkan dukungan dari pihak Kepolisian Daerah Jawa Timur, Dinas Perhubungan beserta jajarannya dalam melakukan pemantauan dan pengamanan di lapangan," sebutnya
"Hal ini kami anggap penting agar operasional usaha kami tidak mengalami kendala yang tidak diharapkan.
Kelancaran distribusi barang harus tetap terjaga agar roda perekonomian terus berputar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, baik untuk local maupun internasional. Oleh karena itu, kami berharap adanya kebijakan yang lebih fleksibel dan solutif tanpa menghambat aktivitas logistik yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional," tutupnya. (rus/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




