Tim Satgas Pangan Polda Jatim saat sidak ke Pasar Wonokromo, Surabaya.
Ditegaskan olehnya, tim akan menelusuri penyebab kenaikan harga tersebut, mulai dari distributor tingkat 3 (D3), distributor tingkat 2 (D2), distributor tingkat 1 (D1), hingga ke produsennya.
Dari 3 perusahaan yang diperiksa, Irwan mengatakan ketidaksesuaian volume ditemukan pada produk dari UD Jaya Abadi. Sedangkan produk dari Wilmar dan Mega Jaya justru berisi lebih dari satu liter dalam kemasan botolnya.
"Ini sangat mencederai hati masyarakat. Sudah dikurangi volumenya, harganya masih dinaikkan. Ini kami akan tindaklanjuti," ucapnya.
Tim Satgas Pangan Polda Jatim berkomitmen akan melakukan penyelidikan terkait temuan ini dan menghimbau kepada para penjual untuk tidak memanfaatkan situasi bulan Ramadan dengan melakukan kecurangan.
"Kami datang di sini untuk melayani masyarakat, memberikan kepastian kepada masyarakat," kata Irwan.
Ia juga menghimbau kepada oknum-oknum yang memanfaatkan situasi di bulan Ramadan ini jangan sampai mencederai hati masyarakat.
"Apabila nanti kami temukan, kami dari Satgas Pangan Polda Jatim akan melakukan proses sesuai dengan hukum yang berlaku," pungkasnya.
Satgas Pangan Polda Jatim akan terus melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok selama Ramadan hingga perayaan Idul Fitri untuk memastikan masyarakat dapat beribadah dengan lancar. (rus/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




