TIPD kota Batu saat meninjau gudang Pangan milik Chandra di ngaglik kota Batu. Foto: Ist.
Sidak ini, lanjutnya, diharapkan tidak hanya menjadi tindakan sesaat, tetapi bagian dari program berkelanjutan untuk memantau dan mengendalikan inflasi.
TPID Kota Batu berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara rutin demi kesejahteraan masyarakat, terutama dalam menghadapi Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.
Terkait isu kelangkaan beberapa bahan pokok, seperti gula, bawang merah, bawang putih, dan cabai, Kapolres Batu memberikan pernyataan yang menenangkan. Ia menyatakan bahwa dalam dua hingga tiga bulan ke depan, kondisi pasokan bahan pokok di kota Batu akan aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kapolres mengimbau bahwa pasokan bawang putih dalam keadaan stabil. Ia juga menegaskan bahwa pada awal Maret, akan ada penambahan stok bawang impor dari Cina yang diharapkan dapat mengatasi masalah pasokan.
Selain itu, bawang merah turut tersedia dalam jumlah yang mencukupi, yakni sekitar 300 ton, yang dipastikan dapat memenuhi kebutuhan pangan warga Kota Batu selama tiga pekan ke depan.
Mengenai harga kebutuhan pokok, Kapolres menjelaskan bahwa secara umum stabil dan aman. Ia menyebutkan bahwa harga eceran bawang putih berada di kisaran Rp35 ribu - Rp36 ribu per kilo. Harga tersebut dihitung dengan asumsi nilai per satu dollar Rp16.500,00. di mana harga jual di produsen berbeda sekitar Rp2 ribu lebih rendah, yaitu sekitar Rp33 ribu.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Diskumperindag) Kota Batu, Aries Setiawan, juga memastikan bahwa pasokan kebutuhan pokok aman dan harga secara umum stabil. Meski demikian, ia mencatat bahwa hanya harga cabai yang mengalami fluktuasi.
"Seandainya terjadi lonjakan harga, pihaknya akan melakukan upaya untuk menstabilkannya," tegas Aries. (adi/msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




