Guru Besar ITS Kaji Ketimpangan Ekonomi untuk Tingkatkan Daya Saing Wilayah

Guru Besar ITS Kaji Ketimpangan Ekonomi untuk Tingkatkan Daya Saing Wilayah Eko Budi Santoso selaku Ketua KKN Abmas ITS saat memimpin diskusi peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan bupati dan perwakilan OPD Kabupaten Tuban. Foto: Ist.

Menurut Eko, pengukuran daya saing ekonomi akan efektif bila didukung oleh pendekatan berbasis data dan teknologi. Perkembangan teknologi digital mendukung pemanfaatan big data dan kecerdasan buatan untuk menganalisis kondisi ekonomi berdasarkan pilar daya saing wilayah.

Dengan integrasi data dalam Sistem Informasi Geografis (SIG), perencana dapat memahami pola keruangan dan karakteristik ekonomi daerah secara komprehensif.

Eko menuturkan, bahwa dengan pengukuran dan evaluasi daya saing wilayah, perencana dapat mengembangkan pusat ekonomi lokal yang berkelanjutan. Pemilihan tema pengembangan wilayah harus sesuai dengan sektor unggulan wilayah tersebut.

“Wilayah yang unggul di sektor pertanian akan dikembangkan menjadi kawasan agropolitan, sementara sektor pariwisata, industri, dan sebagainya memiliki konsep berbeda,” paparnya.

Dengan penerapan berbagai disiplin ilmu, upaya peningkatan daya saing wilayah turut berkontribusi dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Sinergi antara pilar daya saing wilayah dengan indikator SDGs mencakup 10 dari 17 tujuan pembangunan berkelanjutan, terutama pada aspek pertumbuhan ekonomi, pemerataan sosial, dan pelestarian lingkungan.

Terakhir, Eko berharap kolaborasi multipihak dapat membantu wilayah dengan tinggi untuk mengejar ketertinggalan. Daerah dapat memanfaatkan sumber daya secara optimal guna meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Peningkatan daya saing wilayah ini akan menciptakan bangsa yang mandiri dan berdaya saing global,” pungkasnya. (msn)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO