Di Pesantren Al Ishlahuddiny NTB, Kiai Asep Ungkap Rahasia Wali Allah Hidup Bahagia dan Bermanfaat

Di Pesantren Al Ishlahuddiny NTB, Kiai Asep Ungkap Rahasia Wali Allah Hidup Bahagia dan Bermanfaat Para tuan guru dan para pejabat dalam acara Haul ke-32 TGH Ibrahim Al-Khalidy, TGH Mustofa Al-Khalidy dan TGH Muhammad Idris Misbah di Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny Kediri Lombok Barat NTB, Sabtu (22/2/2025). Foto: MMA/bangsaonline.

Artinya: "Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan Allah akan memberika rezeki yang tak disangka-sangka.”

Kiai Asep yakin bahwa para waliyullah – termasuk para tuan guru yang sedang dihauli sekarang – adalah para ulama yang istiqamah melakukan salat malam. Sehingga hidupnya selalu bahagia dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Tidak ada wali Allah yang tidak salat malam,” tegas Kiai Asep sembari mengatakan bahwa salat malam itu diakhiri dengan salat witir.

“Al witru haqqun, al witru haqqun, al witru haqqun,” kata Kiai Asep menegaskan bahwa salat witir itu wajib. “Jadi, kuncinya salat malam dan diakhiri dengan salat witir,” tambah kiai miliarder tapi dermawan yang memiliki puluhan ribu santri itu.

Kiai Asep sendiri mewajibkan puluhan ribu santrinya salat malam secara istiqamah.

Mengutip Hadits, Kiai Asep mengatakan bahwa shalat dua rakaat pada akhir malam lebih baik dari dunia dan seluruh isinya.

Kiai Asep juga mengutip Hadits yang menyebutkan bahwa salat malam mengusir penyakit dari tubuh kita. Menurut Kiai Asep, pada waktu malam di dalam tubuh kita menetes cairan yang menyebabkan tubuh kita sehat dan kuat.

Selain salat malam, Kiai Asep juga minta agar peserta haul salat Subuh berjemaah, minimal dengan istrinya. Terutama para santri Kiai Asep menekankan harus salat berjemaah.

“Barang siapa yang salat Subuh berjemaah maka hidupnya dalam tanggungan atau jaminan Allah,” ujar Kiai Asep kembali mengutip Hadits.

Setelah salat Subuh, Kiai Asep minta jangan tidur sampai matahari terbit. Waktu ini bisa diisi dengan mengaji atau bekerja untuk urusan rumah tangga.

Kenapa tak boleh tidur? “Karena Allah membagi-bagikan rezeki sejak fajar shodiq hingga matahari terbit,” kata Kiai Asep yang waktu muda pernah menjadi kuli bangunan tapi kini jadi ulama yang kaya raya.

“Jadi, saat Allah membagikan rezeki kita jangan absen,” tambahnya.

Kiai Asep juga mengatakan bahwa tidur pada waktu Subuh mencegah datangnya rezeki.

Bahkan Kiai Asep juga mengutip Hadits yang menyebutkan bahwa tidur pada waktu Subuh menyebabkan kefakiran. Karena itu meski kita mengantuk harus diusahakan jangan sampai tidur waktu Subuh.

“Jadi inilah kebiasaan para wali Allah, termasuk yang kita hauli sekarang, sehingga mereka tak pernah mengalami kesulitan hidup (terutama materi), selalu bahagia dan bermanfaat,” kata Kiai Asep.

TGH Mukhlis Ibrahim selaku pengasuh Pesantren Al-Ishlahuddiny mencucapkan terima kasih kepada para tuan guru, pejabat negara dan para undangan, terutama kepada Kiai Asep Saifuddin Chalim. 

Acara haul ini diawali bedah buku dan khataman Al-Quran. Khataman bil ghaib dan bin nadzar itu sampai 1.400 kali. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Sedekah dan Zakat Rp 8 M, Kiai Asep Tak Punya Uang, Jika Tak Gemar Bersedekah':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO