Konferensi pers terkait kericuhan yang disebabkan konvoi pesilat di Mapolres Blitar.
BLITAR, BANGSAONLINE.com - Polisi mengamankan 11 orang oknum dari salah satu perguruan silat yang melakukan aksi konvoi. Mereka diamankan usai melakukan konvoi diwarnai dengan pengeroyokan, pencurian dan pengerusakan.
Aksi tak terpuji itu dilakukan di Desa Minggirsari, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Kapolres Blitar, AKBP Arif Fazlurrahman, menyatakan bakal menindak tegas oknum pesilat yang melanggar hukum, termasuk 11 oknum telah membuat kericuhan di wilayah hukumnya.
BACA JUGA:
- Polsek Panggungrejo Blitar Gencarkan Sambang Poskamling, Warga Diajak Aktif Ronda Malam
- Polisi Ringkus Pembobol Sekolah di Blitar
- Truk Diduga Rem Blong Hantam Antrean di Perlintasan KA Probolinggo, Sekeluarga asal Blitar Tewas
- Polres dan Disperindag Ungkap Kelangkaan LPG Subsidi Disebabkan Rantai Pasokan
"Dari 11 orang, 3 di antaranya kami tetapkan jadi tersangka dan telah dilakukan penahanan. Di antaranya MH (27), JWB (20) dan RGR (19). Ketiganya dikenakan pasal 170 ayat 2, tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman penjara paling lama selama tujuh tahun penjara," ujarnya saat konferensi pers, Senin (17/2/2025).
Ia pun menceritakan, kedua korban awalnya berpapasan dengan konvoi pesilat. Mengetahui, korban adalah anggota perguruan silat lain, mereka langsung mengejar, memepet, dan kemudian melakukan pengeroyokan.
"Saya tegaskan pada saat itu semua pelaku, 11 orang ini, berada di bawah pengaruh minuman keras yang baru saja dikonsumsi di daerah Kecamatan Wonotirto," katanya.
Tak hanya mengeroyok, lanjut Arif, salah satu pesilat juga melakukan aksi pencurian HP milik korban yang berada di dasboard motor.
Klik Berita Selanjutnya






