Joko Widodo di Solo. Foto: Antara
Menurut obrolan Bocor Alus Tempo, Jokowi minta kepada Prabowo agar tak mereshuffle Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari jabatannya sebagai Kapolri. Paling tidak, sampai tahun 2027. Suatu yang sangat lama.
Catatan BANGSAONLINE, Jenderal Listyo Sigit diangkat sebagai Kapolri oleh Presiden Jokowi sejak tanggal 27 Januari 2021. Ia saat itu menggantikan Jenderal Idham Azis.
Jika tekanan Jokowi itu dituruti Presiden Prabowo berarti Listyo Sigit akan menjabat Kapolri terlama. Yaitu selama 7 tahun.
Selain Budi Arie dan Listyo Sigit, menurut obrolan Bocoran Alus Tempo, Jokowi minta Prabowo agar tak mencopot Erick Thohir dari posisinya sebagai Menteri BUMN.
Berbagai permintaan - atau lebih tepatnya tekanan politik – Jokowi ini kian menunjukkan bahwa mantan wali kota Solo itu bukan hanya masih punya pengaruh di kabinet Prabowo, tapi juga bisa “mendekte” Presiden Prabowo yang sejatinya punya otoritas untuk mengabaikan “perintah” Jokowi.
Tapi alih-alih Prabowo menepis perintah Jokowi. Informasi yang diterima BANGSAONLINE dari seorang Menteri Koordiantor di Kabinet Merah Putih, justru Prabowo menganggap Jokowi sebagai “mentor politik”. Bahkan Jokowi dikabarkan akan diberi posisi di lembaga pertimbangan presiden. Sehingga Prabowo mudah berkomunikasi dengan Jokowi.
“Kalau Pak Prabowo ke Solo orang kan pasti ramai. Tapi kalau diberi posisi di DPA atau apa, kan ada alasan untuk berkomunikasi,” tutur sang Menko yang enggan disebut namanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




