Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa, saat memberi sambutan.
KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa, menyatu di tengah hangatnya keluarga masyarakat Sulawesi Selatan yang disatukan dalam Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) di Balai Kota Among Tani, Sabtu (25/1/2025) malam.
Lengkap mengenakan busana adat Sulawesi Selatan, baik busana suku Makassar, Bugis, Mandar maupun Toraja, mereka hadir berkaitan dengan pelantikan BPW KKSS Jatim, serta BPD KKSS Surabaya, Malang Raya dan Sidoarjo. Khofifah juga merupakan Ketua Dewan Kehormatan BPW KKSS Jatim periode 2024-2029.
BACA JUGA:
- Sambut Kepulangan Kloter Pertama Jemaah Haji dari Jawa Timur, Khofifah Apresiasi Layanan Imigrasi
- WFH ASN Jatim Bergeser ke Jumat Mulai Juni, Gubernur Khofifah: Ikuti Arahan Mendagri
- Pecel Masuk 10 Besar Salad Terbaik Dunia, Khofifah: Bukti Kuliner Jatim Mendunia
- Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026, Gubernur Khofifah Hadir di Layanan Kegiatan Jawara
Di kesempatan ini, Khofifah menyampaikan bahwa keberadaan KKSS di Jatim menjadi salah satu bentuk anugerah yang harus disyukuri bersama, karena menjadi wujud nyata kerukunan dalam keberagaman yang terawat di Jatim dan Indonesia merupakan berkah bagi kita semua bangsa Indonesia.
“Berapa kali kita diingatkan oleh Allah melalui firman-Nya dalam Surah Ar Rahman; fabiayyi ala i robbikuma tukadziban yang artinya nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang kamu dustakan? Ini harus kita refleksikan kembali dalam kesempatan ini. Karena keberagaman yang terjaga merupakan keindahan yang luar biasa. Kerukunan semacam ini tidak mudah kita temukan di negara lain seindah yang kita miliki di Indonesia,” paparnya.
Pasalnya Indonesia memiliki lebih dari 700 suku, ribuan bahasa daerah, dan juga begitu banyak keberagaman budaya. Alhamdulillah hingga saat ini semua itu terawat dan terbingkai dalam satu kerukunan dan kekeluargaan yang begitu erat dan kuat. Antara lain melalui organisasi seperti Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS).
“Maka saya sempat sedikit heran ketika mendengar ada kawan FKUB dari salah satu provinsi yang studi banding tentang kerukunan antar umat beragama ke salah satu negara di Timur Tengah . Menurut saya ini terbalik . Harusnya kalau kita ke luar negeri kita yang jadi narasumber jika terkait kerukunan antar umat beragama. Karena Indonesia memberikan referensi yang luar biasa dalam merawat keberagaman,” urai Khofifah.
Ia mengatakan, salah satunya bisa dilihat dalam forum ini, di mana para tamu yang hadir juga mengenakan pakaian adat Sulawesi Selatan yang cantik dan indah. Berpadu dalam akulturasi yang indah di tengah budaya yang dimiliki Jawa Timur. Yang mana semuanya saling menguatkan satu dengan yang lain.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




