Peternak ayam petelur di Blitar keluhkan harga telur yang anjlok.
"Sehingga harga semakin jatuh," cetusnya.
Para peternak juga semakin was-was karena ke depan harga telur diperkirakan terus melemah dalam beberapa hari ke depan.
"Dua minggu ini cenderung melemah, sekarang di tingkat peternak Rp20 ribu per kilogram," ucap Suryono.
Ia menyebut, para peternak sempat mempertanyakan distribusi telur dalam program MBG. Sebab, hingga saat ini telur ayam dari Blitar belum terserap oleh program tersebut, sehingga belum memberikan keuntungan yang diharapkan.
"Belum terserap (telur asal Blitar). Mungkin kebutuhan untuk program makan bergizi gratis belum banyak ya," tandasnya. (ina/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




