Menteri Imipas Agus Andrianto saat meresmikan Immigration Lounge dan Autogate, Kamis (16/1/2025). foto ist
SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya meluncurkan inovasi baru berupa Immigration Lounge di Ciputra World Mall Surabaya dan fasilitas Autogate di Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo, Kamis (16/1/2025).
Inovasi tersebut dalam upaya memberikan layanan keimigrasian yang lebih cepat dan modern.
Peresmian dilakukan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menteri Imipas) Jenderal Pol. (Purn.) Drs Agus Andrianto,S.H.,M.H., disampingi Plt Direktur Jenderal Imigrasi, Saffar M. Godam, dan Pj. Sekdaprov Jatim Bobby Soemiarsono yang mewakili Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono.
Hadir juga beberapa tokoh Jatim diantaranya, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Imam Sugianto, Wakajati Jawa Timur Setiawan Budi Cahyono, dan Kepala Ombudsman RI perwakilan Jawa Timur Agus Muttaqin.
Kepala Kantor Imigrasi Surabaya, Ramdhani, berharap fasilitas ini dapat menjadi solusi modern yang memudahkan warga dalam mengurus dokumen keimigrasian tanpa harus jauh-jauh ke Kantor Imigrasi.
"Immigration Lounge di Ciputra World Mall menjadi salah satu langkah strategis untuk mendekatkan pelayanan imigrasi kepada masyarakat," kata Ramdhani dalam keterangan tertulis kepada BANGSAONLINE, Kamis (16/1/2025).
Di sisi lain, fasilitas Autogate di Bandara Internasional Juanda hadir sebagai wujud digitalisasi pelayanan keimigrasian.
"Fasilitas ini dirancang untuk mempercepat proses pemeriksaan bagi penumpang internasional, memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan efisien," tandas Ramdhani.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Jenderal Pol. (Purn.) Drs Agus Andrianto, S.H.,M.H. menegaskan bahwa inovasi ini menjadi tonggak penting dalam upaya menjadikan Kantor Imigrasi Surabaya sebagai pusat layanan keimigrasian unggulan di Indonesia.
"Dengan adanya Autogate dan Immigration Lounge, pelayanan keimigrasian di Indonesia kini bergerak menuju era yang lebih modern dan efisien. Apalagi di Surabaya dan sekitarnya terdapat pusat bisnis dan kawasan ekonomi khusus (KEK)," jlentreh Agus.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




