Jokowi Terkunci dan Game Over, Jika Mega Bertemu Prabowo

Jokowi Terkunci dan Game Over, Jika Mega Bertemu Prabowo Joko Widodo. Foto: Reuters/CNN

Sebab, baik Jokowi maupun punya potensi mengajukan jago untuk Pilpres 2029. Jokowi pasti menyorongkan Gibran Rakabuming Raka, meski putra sulungnya itu tak punya kapasitas. Buktinya, hingga sekarang Jokowi terus melakukan manuver politik. Diantaranya dengan aksi turun ke masyarakat.

Begitu juga Gibran. Wakil Presiden yang sering dikaitkan dengan Fufufafa itu terus melakukan pencitraan. Diantaranya menggelontor sumbangan ke korban bencana dengan sembako bertuliskan Wapres Gibran. Bahkan sebelum Prabowo dilantik sebagai presiden, sudah muncul buku berjudul Gibran The Next President. Buku itu diluncurkan di Solo pada Jumat (14/6/2024) sore.

Namun sehebat apapun manuver politik Jokowi tampaknya akan segera hilang dari belantara politik. Setidaknya jika kita menyaksikan beberapa fenomena politik yang menimpa Jokowi belakangan ini. Ditetapkannya Jokowi sebagai finalis presiden terkorup dan masuk kejahatan terorganisasi oleh Organized Corruption and Crime Reporting Project (OCCRP) telah membuat citra atau pamor Jokowi ambruk.

Ini mudah dipahami karena OCCRP merupakan lembaga internasional yang punya reputasi baik. Memang beberapa pendukung Jokowi sempat melemparkan narasi negatif untuk men-downgrade OCCRP. Tapi tak ada yang menggubris.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa Jokowi mulai mengalami degradasi politik luar biasa. Apalagi menyangkut korupsi dan kejahatan terorganisasi. Tak aneh, jika tak ada satu pun pimpinan partai politik yang membela Jokowi.

Bahkan Prabowo juga sama sekali tak membela. Jangankan membela, berkomentar pun tidak. Satu-satunya partai yang membela Jokowi adalah PSI yang ketua umumnya adalah Kaesang Pangarep, putra bungsu Jokowi.

Kini, di tengah Jokowi terpuruk, dan petinggi semakin gencar melakukan manuver politik untuk mendekati Prabowo. Manuver politik ini otomatis menjadi tamparan telak kedua bagi Jokowi setelah ia dinobatkan sebagai finalis presiden terkorup dan masuk kejahatan terorganisasi oleh OCCRP.

Karena itu saya haqqul yakin, jika Mega sampai bertemu Prabowo – yang otomatis ada kesepakatan politik – niscaya posisi Jokowi terkunci dan terjepit. Bahkan game over. Tentu termasuk Gibran dan keluarganya.

Sebab Jokowi, selain tak punya partai politik yang bisa diandalkan, juga citranya sangat buruk belakangan ini. Apalagi saat menjabat presiden ia banyak “menyandra” pimpinan partai politik dengan dengan cara memperalat aparat dan penegak hukum. Otomatis banyak yang dendam secara politik.

Kini diakui atau tidak, kekuatan politik Jokowi sangat rapuh terutama ketika lengser dari kursi presiden. Karena ia sempat kuat secara politik bukan karena faktor kemampuan partai politik dan kharisma yang melekat, tapi karena – sekali lagi – memperalat aparat dan penegak hukum.

Karena itu jika ia tetap berambisi menjadikan Gibran, putra sulungnya, sebagai capres 2029 maka keluarga Jokowi tidak hanya akan berhadapan dengan para pimpinan partai politik yang sakit hati tapi juga berhadapan dengan mayoritas rakyat Indonesia, mengingat kapasitas Gibran yang samasekali tak memadai.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Presiden RI Prabowo Subianto Siapkan Strategi Ciptakan Lapangan Kerja':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO