Jokowi Terkunci dan Game Over, Jika Mega Bertemu Prabowo

Jokowi Terkunci dan Game Over, Jika Mega Bertemu Prabowo Joko Widodo. Foto: Reuters/CNN

JAKARTA, BANGSAONLINE.com – Sikap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan () yang tidak akan jadi oposisi terhadap pemerintah – bahkan justru siap bekerjasama - menjadi indikasi politik bahwa partai yang dipimpin Soekarnoputri itu bakal merapat ke Prabowo Subianto. Bahkan sejumlah elit dikabarkan sedang berusaha untuk mempertemukan dengan Prabowo Subianto.

Yang menarik, para petinggi Partai juga tampak menyambut positif manuver politik yang akan merapat ke Prabowo. Salah satunya tercermin dari pernyataan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Ahmad Muzani.

Menurut Ahmad Muzani, sejak Prabowo terpilih menjadi presiden hubungan dan Prabowo masih terjalin dengan baik. Ketua MPR RI itu mengakui bahwa Prabowo dan Mega belum bertemu tapi segala bentuk komunikasi masih dilakukan antara kedua tokoh tersebut.

Manuver politik itu tentu tak lepas dari rencana Kongres yang akan berlangsung pada April 2025. Soekarnoputri – terutama Puan Maharani –tak ingin Kongres “diganggu” oleh pemerintah. Maka satu-satunya jalan harus merapat ke Presiden Prabowo Subianto.

Sikap itu tentu sekaligus untuk menghalau Joko Widodo (Jokowi) yang oleh dicurigai akan mengambil alih . Dan momentum untuk merebut itu adalah Kongres yang merupakan permusyawaratan tertinggi partai.

Bagaimana sikap Prabowo Subianto? Seperti sinyal politik para petinggi tampaknya Prabowo akan menyambut dengan dua tangan terbuka. Prabowo selain tak punya persoalan politik serius dengan juga sangat diuntungkan dari segi stabilitas politik di parlemen.

Memang jumlah kursi di DPR RI turun pada pemilu 2024. Tapi masih menempati posisi teratas dengan jumlah 110 kursi DPR RI (25.384.673 suara). Di bawah menyusul Golkar dengan jumlah 102 kursi DPR RI (23.208.488 suara).

Partai justru menempati peringkat ketiga tapi dengan selisih cukup jauh. mendapat 86 kursi DPR RI (20.071.345 suara).

Nah, dengan bergabungnya ke pemerintah otomatis memperkuat posisi Prabowo Subianto di parlemen. Hanya saja Prabowo otomatis harus berhadapan dengan Jokowi – teman seiring saat Pilpres.

Inilah dilema politik Prabowo. Apalagi sampai sekarang bayang-bayang Jokowi dalam pemerintahan Prabowo sangat kuat. Bahkan disebut-sebut ada 17 menteri Prabowo yang merupakan loyalis Jokowi. Tak aneh, jika Prabowo masih sempat “sowan” ke Solo, meski Jokowi sudah turun dari jabatan presiden. Tindakan politik Prabowo sowan ke Solo itu sempat disayangkan banyak pihak karena seharusnya justru Jokowi yang datang ke Istana untuk menemui Prabowo.

Tapi untuk manuver politik tentu Prabowo sudah punya kalkulasi politik sendiri. Artinya, selain mempertimbangkan stabilitas politik jangka pendek, Prabowo juga bakal mengalkulasi Pilpres 2029. Ini juga berarti Prabowo akan menghitung, lebih menguntungkan mana antara bermitra dengan Jokowi atau dengan dalam menyongsong Pilpres 2029.

Lihat juga video 'Presiden RI Prabowo Subianto Siapkan Strategi Ciptakan Lapangan Kerja':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO