Ilustrasi. Foto: Ist
BANGSAONLINE.com - BMKG menyatakan gempa dahsyat berkekuatan 7,2 magnitudo dengan episentrum di daratan wilayah perbatasan Nepal-China tidak memberi pengaruh apapun ke Indonesia.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan bahwa gempa berkekuatan menengah itu pusatnya di daratan dengan kedalaman 25 kilometer, dan berjarak 157 kilometer dari arah barat daya Shigatse, China, dan 236 kilometer timur laut Kathmandu, Nepal.
BACA JUGA:
- BREAKING NEWS! Gempa Magnitudo 3,0 Guncang Malang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
- Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan, BPBD Jember Minta Warga Hemat Air hingga Waspada Karhutla
- Prakiraan Cuaca Jember Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 23-31°C, Kecepatan Angin 6.3 m/s.
- Prakiraan Cuaca Banyuwangi Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 24-30°C, Kecepatan Angin 10.5 m/s.
BMKG menyebut, gempa yang terjadi di kawasan dataran tinggi sekira pukul 08.05 WIB itu dipicu oleh aktivitas sesar aktif dengan mekanisme pergerakan turun.
Peristiwa itu menewaskan sedikitnya 53 orang, dan meruntuhkan banyak bangunan sebagaimana laporan sementara yang diterima BMKG dari otoritas kebencanaan negara setempat.
Merujuk hasil survei geologi Amerika Serikat (USGS), geratan dan dampak gempa bumi terasa hingga ke Bangladesh, India, Bhutan, dan China.
Kendati demikian, Daryono memastikan bahwa dari hasil analisis yang dilakukan pihaknya sampai dengan siang tadi menyebut, gempa tidak berpengaruh atau menimbulkan dampak apapun di wilayah Indonesia.
BMKG menyatakan, proses monitoring terhadap perkembangan aktivitas gempa akan terus dilakukan, khususnya untuk memastikan keamanan-keselamatan domestik masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat di wilayah Indonesia diimbau agar tetap tenang. (rom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




