Muhammad Said Didu saat membela hak masyarakat Rempang. Foto: Akun X @msaid_didu.
BANGSAONLINE.com - Mantan Sekretaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Muhammad Said Didu, beberkan alasan Jokowi masuk finalis pemimpin terkorup versi Organized Crime Coruption Reporting Project (OCCRP).
Menurutnya, penetapan oleh OCCPR dapat dimaklumi, karena menyangkut penilaian beberapa aspek, diantaranya soal korupsi, perusakan demokrasi, perusakan dan penyerahan sumber daya alam, berbuat tidak adil, dan menyebabkan bencana kemanusiaan.
BACA JUGA:
- Roy Suryo dan Rismon Sianipar Tersangka Kasus Ijazah Jokowi, Polisi Ungkap Dua Klaster
- KPK Dianggap Tak Masuk Akal, Mahfud MD: Jika Mau Selidiki Dugaan Mark up Whoosh Tak Perlu Laporan
- DPD PSI Gresik Klaim Sejumlah Kader Partai Siap Bergabung
- Wow! Jokowi Targetkan PSI Raih 30 Kursi DPR, Butuh Dana Rp 2,5 Triliun
“Kelima aspek tersebut terjadi/dilakukan Jokowi selama 10 tahun rezim Joko Widodo,” tulis Said Didu di akun X @msaid_didu, Sabtu (4/1/2025).
Mantan Sekretaris BUMN tahun 2005-2010 itu membeberkan, bahwa selama rezim Jokowi, diduga terjadi 5 kluster, yaitu:
1. Korupsi untuk mendapatkan dan melanggengkan kekuasaan dan dinasti.
2. Korupsi sprindik-korupsi pimpinan Parpol dan Pejabat untuk dijadikan ‘penjara’ bagi politisi pejabat.
3. Korupsi untuk kepentingan pribadi, yang berupa untuk mendapatkan legacy pribadi dan untuk kepentingan keluarga.
4. Korupsi menyogok oligarki sebagai ganti biaya politik. Hal ini terjadi dalam pemberian PSN dan bagi-bagi SDA.
5. Korupsi ‘menyogok’ rakyat lewat bansos dan lain-lain.
Untuk sektor terjadinya korupsi, lanjut Said Didu, terdapat 10 tempat terjadinya selama 10 tahun rezim Jokowi, diantaranya melalui proyek PSN, pembangunan infrastruktur, penyerahan sumber daya alam (tambang dan lahan) ke asing dan oligarki, penambahan utang negara dan BUMN, korupsi di BUMN, kuota ekspor-impor, penyelundupan (ekspor dan impor), korupsi perpajakan, korupsi berbagai jenis mafia, pengadaan barang dan jasa APBN/BUMN/APBD.
Hingga berita ini dimuat, postingan Said Didu mendapat sebanyak 1,1 ribu like dan tanggapan dari warganet.
Berikut beberapa tanggapan dari warganet.
Akun @DS_yantie: Faktanya udah jelas kita lihat, tapi pendukung Mulyono gak bisa melihat, mungkin matanya ketutupan bansos.
Akun @sadili69920: Satu lagi yang belum tercatat, korupsi terbesar Jokowi, korupsi ijazah palsu!
Akun @RafliPadang: Bayangin, ratusan buzzer-nya di segala lini, dengan apa dia bayar tiap bulan? Kalau bukan dari uang haram jadah.
(msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




