Para pegawai Kantor Imigrasi Kediri saat mengikuti apel. Foto: Ist
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kantor Imigrasi Kediri sukses menorehkan hasil positif terhadap capaian Survei Persepsi Anti-Korupsi (SPAK), dan Survei Persepsi Kualitas Pelayanan Publik (SPKP) sepanjang tahun ini. Selain itu, berbagai program dan rencana kerja yang telah dirancang di awal tahun pun mampu dilaksanakan oleh seluruh seksi di Kantor Imigrasi Kediri.
Pergantian Kepala Kantor pada pertengahan tahun 2024 juga membawa semangat baru, dan angin segar bagi Kantor Imigrasi Kediri. Penambahan-penambahan infrastruktur terutama di bagian pelayanan menjadi fokus utama Kepala Kantor Imigrasi Kediri, Widhi Mosakajaya Arradiko.
BACA JUGA:
- Fokus Penguatan SDM hingga Pencegahan TPPO, Imigrasi Jatim Gandeng UIN Tulungagung dan Dinkes Blitar
- Operasi Wirawaspada 2026, Imigrasi Surabaya Amankan 3 WN Tiongkok Pelanggar Keimigrasian
- Paspor Indonesia Bisa Masuk 88 Negara Tanpa Visa, Berikut Daftarnya
- Imigrasi Blitar Jemput Bola Pembuatan Paspor Jamaah Haji 2026
Ia menyadari, engagement (pekerjaan di Kantor Imigrasi) dalam pelayanan sangatlah penting demi membangun kepercayaan masyarakat terhadap instansi pemerintah, yang tentunya berdampak positif terhadap capaian SPAK dan SPKP. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil survei yang stabil di atas 95 persen.
“Sebagai unit pelaksana teknis di bawah Direktorat Jenderal Imigrasi, Kantor Imigrasi Kediri berkomitmen untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, memastikan pengawasan keimigrasian yang efektif, dan mendukung tercapainya reformasi birokrasi,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima BANGSAONLINE.com, Selasa (31/12/2024).
Dari sisi capaian penerbitan paspor pada 2024, pria yang akrab disapa Wima itu menyebut pihaknya telah menerbitkan sejumlah 46.894 buku paspor. Angka ini menunjukkan pelayanan permohonan paspor dengan rata-rata 196 permohonan per hari.
"Tidak hanya melayani permohonan paspor bagi masyarakat di wilayah kerjanya, Kantor Imigrasi Kediri juga melayani pemohon paspor dari seluruh wilayah Indonesia, tentunya dengan melakukan pendaftaran online di aplikasi M-Paspor terlebih dahulu," paparnya.
Sedangkan untuk layanan warga negara asing, Kantor Imigrasi Kediri mencatatkan jumlah 590 permohonan, dengan rata-rata 15 permohonan per hari. Layanan WNA di Kantor Imigrasi Kediri berupa perpanjangan izin tinggal, alih status izin tinggal, mutasi alamat, mutasi paspor, pengembalian dan pencabutan dokumen keimigrasian.
"Warga negara asing di wilayah kerja Kantor Imigrasi Kediri sebagian besar merupakan pengguna ijin tinggal terbatas dengan tujuan sebagai Tenaga Kerja Asing (TKA)," kata Wima.
Dari sisi kehumasan, Kantor Imigrasi Kediri aktif dan konsisten dalam penyebaran informasi keimigrasian baik melalui media sosial, media massa, maupun dengan hadir secara langsung di tengah masyarakat.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




