Ilustrasi. Foto: Pixabay
Menurut laporan Society of Motor Manufacturers and Traders (SMMT), sebagaimana dilansir BBC, produsen memberikan diskon besar untuk memastikan mereka memenuhi target penjualan EV.
Sementara itu, negara-negara dengan ekonomi terbesar di Eropa, termasuk Jerman, Prancis, dan Italia, memiliki angka penjualan kendaraan listrik yang lemah secara tahunan.
Menurut angka Asosiasi Produsen Mobil Eropa untuk Oktober (per 14 Desember 2024), volume penjualan kendaraan listrik tahun ini turun sebesar 4,9% di Eropa. Sementara pangsa pasar juga turun menjadi 13,2% dari 14% tahun lalu, termasuk sepuluh bulan pertama tahun ini.
Produsen mobil Eropa berjuang dengan biaya produksi yang tinggi dan meningkatnya persaingan, yang menyebabkan beberapa produsen mobil terbesar mengumumkan pemutusan hubungan kerja dan penutupan pabrik.
Tiongkok Pimpin Penjualan Kendaraan Listrik Secara Global
Tiongkok mencetak rekor baru, dengan penjualan 1,3 juta unit kendaraan listrik pada November 2024. Dari jumlah tersebut, hampir seluruhnya berasal dari penjualan kendaraan listrik bertenaga baterai (BEV). Merek-merek seperti Geely, Tesla, dan Changan, paling banyak terjual.
Selain itu, penjualan kendaraan hybrid (PHEV) juga meningkat hampir dua kali lipat.
Selain Tiongkok, menurut Rho Motion, pasar kendaraan listrik di AS dan Kanada juga terus tumbuh dengan kecepatan stabil sebesar 10% tahun berjalan.
Rho Motion berharap pertumbuhan kuat yang dan berkelanjutan menjelang akhir tahun, didorong oleh tujuan Presiden Terpilih, Donald Trump, yang siap menghapus keringanan pajak di bawah pemerintahan Joe Biden.
"Kami berharap ini akan mendorong pembelian dari konsumen untuk memanfaatkan keringanan pajak," tulis laporan Rho Motion.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




