Ilustrasi. Foto: Pixabay
BANGSAONLINE.com - Perusahaan mobil listrik asal Tiongkok, BYD, mencatat pengiriman sekitar 2,26 juta kendaraan listrik sepanjang 2025. Data yang dikutip dari sumber internasional menempatkan BYD sebagai penjual mobil listrik nomor satu di dunia, mengungguli Tesla.
Penjualan Tesla justru turun hampir 9 persen pada 2025, dengan total 1,64 juta unit terjual secara global. Ini menjadi tahun kedua berturut-turut penurunan pengiriman mobil bagi perusahaan asal Amerika Serikat tersebut.
Sementara itu, penjualan mobil bertenaga baterai BYD meningkat hampir 28 persen dibanding tahun sebelumnya, mencapai lebih dari 2,25 juta unit.
Tesla menghadapi tahun yang penuh tantangan, mulai dari respons beragam terhadap produk baru, kontroversi terkait aktivitas politik Elon Musk, hingga persaingan ketat dari produsen Tiongkok.
Penjualan Tesla bahkan turun 16 persen pada kuartal terakhir 2025, sebagian akibat berakhirnya subsidi pemerintah AS.
Sebelumnya, pemerintah AS memberikan insentif hingga 7.500 dolar AS (sekitar Rp121,5 juta) untuk mobil listrik berbasis baterai, plug-in hybrid, atau sel bahan bakar. Namun, analis Wall Street kini menurunkan proyeksi penjualan Tesla untuk 2026.
Di sisi lain, BYD terus memperluas pasar secara agresif di Amerika Latin, Asia Tenggara, dan sebagian Eropa, meski menghadapi tarif tinggi terhadap kendaraan listrik asal Tiongkok.
Pada Oktober 2025, BYD menyebut Inggris sebagai pasar terbesar mereka di luar Tiongkok, dengan lonjakan penjualan hingga 880 persen pada periode hingga akhir September. (rom)






