Tim Gabungan melakukan pembongkaran kios atau warung di Jalan Sultan Agung, Kota Batu
“Mestinya sebelum dilakukan pembongkaran, Satpol PP memperingatkan lebih dulu, tidak langsung dilaksanakan tanpa pemberitahuan. Saya sudah tiga tahun di sini dan belum pernah ada teguran atau peringatan,” tegas Hariyono saat ditemui setelah kejadian tersebut.
Kekecewaan Hariyono merefleksikan nasib banyak pedagang kecil lainnya yang bergantung pada usaha mereka di tepi jalan. Ia menambahkan, selama ini usaha yang dijalankannya bukan hanya sebagai sumber penghasilan, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat sekitar.
"Saya menjual Pangsit mie ini demi menghidupi keluarga dan istri saya yang sekarang lagi sakit, setiap minggu istri saya selalu rutin cuci darah di Rumah Sakit" ungkap warga kelurahan Sisir ini.
Menurut dia, tidak hanya dirinya saja yang kecewa tetapi pelanggan juga merasa kehilangan karena makanan khas yang disajikan dirinya sudah menjadi bagian dari rutinitas mereka.
“Pelanggan banyak yang kecewa, mereka sudah terbiasa makan di sini. Saya berharap pemerintah dapat berpikir lebih baik sebelum mengambil keputusan yang berdampak pada kehidupan masyarakat kecil,” tambahnya.
Hariyono pun melanjutkan aktivitasnya dengan harapan bisa menemukan lokasi baru untuk melanjutkan usaha dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Dia berharap agar pihak berwenang dapat lebih mempertimbangkan situasi pedagang kecil dalam setiap kebijakan yang diambil, sehingga tidak ada lagi ketidakpuasan yang menyertai setiap keputusan yang diambil. (adi/ns)
Tim Gabungan melakukan pembongkaran kios atau warung di Jalan Sultan Agung, Kota Batu
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




