Panas! Saling Sindir soal Stunting hingga 'Kerpek' Catatan Warnai Debat Terakhir Pilbup Jombang 2024

Panas! Saling Sindir soal Stunting hingga Debat terakhir Pilkada Jombang yang diselenggarakan KPU

JOMBANG,BANGSAONLINE.com - Komisi Pemilihan Umum () Kabupaten Jombang, menggelar debat terakhir pemilihan kepala daerah (pilkada) di Hotel Yusro Jombang, pada Sabtu (16/11/24) malam.

Dalam debat tersebut, terdapat momen menarik saat kedua Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 1 Mundjidah Wahab-Sumrambah dengan Paslon nomor urut 2 Warsubi - KH Salmanudin Yazid. Mereka saling sindir soal , hingga catatan yang dibawa ke panggung.

Saat itu, Mundjidah bertanya ke Paslon nomor urut 2 soal berapa target Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) yang bisa dicapai Jombang dan bagaimana apa strategi yang akan dilakukan? Mengingat IPKM angka nasional adalah 0,7.

Yang membuat riuh, saat Mundjidah melontarkan pertanyaan kedua kepada Paslon nomor urut 2 soal penangan

Putri pendiri Nahdlatul Ulama () KH. Abdul Wahab Hasbullah ini juga menyinggung Desa Mojokrapak yang pernah dipimpin Warsubi menjadi daerah Lokus Stunting di Jombang.

"Bagaimana cara anda mengatasi ? Mengingat desa yang pernah anda pimpin yakni Desa Mojokrapak, menjadi daerah Lokus ," tanya Mundjidah.

Sontak pertanyaan tersebut membuat pendukung Paslon nomer urut 1 bersorak sorai. Mendapatkan pertanyaan tersebut, Warsubi pun diberikan waktu untuk menjawab pertanyaan yang dipertanyakan oleh Mundjidah.

"Stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab kepala desa saja, namun juga menjadi tanggung jawab bupati selaku pemegang anggaran," jawab Warsubi tegas.

Pengusaha kaya raya ini juga menjawab soal Desa Mojokrapak yang menjadi Lokus Stunting. 

Di mana, ia menyebut penanganan di Desa Mojokrapak masih lebih baik jika dibandingkan dengan rata-rata kabupaten.

"Dari tahun 2021 ada 30 kasus, 2022 ada 22 kasus, 2023 ada 15 kasus. Dari jumlah balita sebanyak 376. Berarti ada 3,9 persen dari kasus yang ada di Desa Mojokrapak nya. Kalau dilihat dari Kabupaten Jombang ada 73 ribu yang mengalami dari kelahiran 37 ribu balita. Dan yang mengalami ada 3.633. berarti ada 4,9 persen," ucapnya.

"Hal itu menunjukkan, penanganan di Desa Mojokrapak masih baik dibandingkan dengan rata-rata kabupaten," tegas Warsubi.

Bagi Warsubi, penanganan ini begitu penting. Menurutnya pertumbuhan anak-anak harus diperhatikan.

Karena itu, ia menilai pertumbuhan tulang pada anak harus diperbaiki, perlu diberikan makan tambahan bergizi.

Usai Warsubi menjawab pertanyaan yang dilontarkan Mundjidah Wahab, moderator memberikan kesempatan kepala Paslon nomor urut 1 untuk merespon jawaban Warsubi.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Gila NU dan Orang NU Gila, Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (16)':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO