Petugas SPBU Sumobito saat memindai QR Code subsidi tepat sasaran milik konsumen
Luluk menuruti permintaan petugas, dia menyodorkan QR Code yang sudah dicetak seukuran e-KTP. Petugas melakukan pemindaian.
Tak ada kendala. Petugas SPBU kemudian mengisi BBM jenis pertalite sesuai permintaan konsumen ke mobil hitam itu. Luluk membayarnya sesuai dengan jumlah liter.
"Lebih mudah pakai QR code. Tidak ribet. Sudah begitu subsidinya juga tepat sasaran," kata wanita yang berprofesi sebagai guru ini.
Diungkapkan Luluk, pada 4 November 2024 dirinya sempat membeli pertalite di SPBU Sumobito. Petugas mengingatkan kepadanya agar segera membuat QR code dengan cara mendaftar di subsiditepat.mypertamina.id. Pasalnya, ujicoba pembelian pertalite pakai QR code berlaku mulai 5 November 2024.
Luluk kemudian mencari panduan pendaftaran BBM bersubsidi di dunia maya. Lalu, memasukkan sejumlah dokumen. Di antaranya, e-KTP, foto STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan), foto mobil miliknya, serta mengisi identitas diri.
Tak butuh waktu lama, sekitar 30 menit pendaftaran tersebut berhasil. Luluk mendapatkan QR code dari aplikasi Mypertamina. "Agar lebih efektif saya cetak seperti KTP. Biar mudah dibawa. Nah, hari ini pertama membeli pertalite menggunakan QR code. Alhamdulillah lancar," katanya.
Luluk menyatakan tidak masalah mekanisme pembelian pertalite dengan QR Code diterapkan. Sebab hal itu dapat membedakan konsumen yang bersubsidi dan non-subsidi. Tentu saja, kata Luluk, lebih enak memakai barcode karena cepat, efisien dan tidak ribet setiap kali membeli pertalite.
"Keuntungannya konsumen bisa mendapatkan subsidi yang bisa dimanfaatkan dan sesuai peruntukannya. Disamping itu, penggunaan QR Code adalah salah satu langkah agar BBM bersubsidi tepat sasaran," tukasnya.
PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus mengakui animo masyarakat Jatim cukup tinggi. Saat ini tercatat ada 700 ribu lebih mobil yang terdaftar sebagai pembeli Pertalite memakai QR Code di Jawa Timur.
Ahad Rahedi Area Manager Communication, Relation and CSR PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus merinci total di Jatim ada 747.748 kendaraan yang sudah terdaftar. (aan/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




