Kiai Asep disambut hangat oleh warga saat menghadiri kampanye paslon Mubarok.
"Nantinya, pemerintahan Mubarok akan memberangus segala bentuk KKN atau korupsi, kolusi, dan nepotisme. Pemerintahannya harus bersih dari korupsi. Nantinya, tidak ada praktik jual beli jabatan, sangat berbahaya bila ingin dapat jabatan dengan cara membeli," tegasnya.
Kiai Asep mengungkapkan, selama ini dirinya turut memberikan sumbangsih tenaga maupun dana untuk kampanye paslon Mubarok demi mewujudkan pemerintahan yang bersih.
"Berapa pun biaya yang saya keluarkan untuk kemenangan Mubarok, tidak kepingin satu persen pun kembali. Kenapa bapak dan ibu-ibu sekalian? Ini yang dapat saya perjuangkan, yang dapat saya lakukan dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur, dengan terlebih dahulu menjadikan Mojokerto yang lebih maju, adil, dan makmur," katanya.
Selain menghilangkan praktik jual-beli jabatan, Kiai Asep juga bertekad menjadikan pemerintahan Gus Barra bersih dari fee proyek.
"Yang ada hanya memperjuangkan masyarakat Kabupaten Mojokerto maju, adil, dan makmur. Seorang pemimpin harus berorientasikan untuk kepentingan rakyat. Jadi, nomor 2 Mubarok sangat pantas sekali dan sangat layak sekali, untuk mewujudkan Kabupaten Mojokerto maju, adil, dan makmur. Itulah yang akan diperjuangkan oleh Mas Barra," tambahnya.
Dalam setiap kampanye, Kiai Asep juga menyampaikan bahwa Gus Barra adalah cucu pahlawan nasional.
"Barra itu anak saya yang pertama dan saya putranya Kiai Haji Abdul Chalim, salah seorang pendiri Nahdlatul Ulama NU. Dulu, NU didirikan oleh 65 orang, tapi tokoh besarnya ada empat, yaitu Syekh Hasyim Asy'ari, Kiai Ahmad Dahlan, Kiai Abdul Wahab Chasbullah, dan Kiai Haji Abdul Chalim, Mbahnya Mas Barra. Dari empat itu, yang menyandang pahlawan nasional ada tiga yaitu, KH Hasyim Asy'ari, KH. Abdul Wahab Chasbullah, dan KH Abdul Chalim," beber Kiai Asep.
"Sebagai seorang cucu pahlawan nasional, Mas Barra punya tanggung jawab untuk ikut serta mewujudkan cita-cita luhur kemerdekaannya, yaitu terwujudnya kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Oleh karena itu, mari kita berjuang bersama-sama, panjenengan memperjuangkan dengan cara panjenengan, saya juga memperjuangkan dengan cara saya. Terpenting, pada 27 November 2024 coblos nomer 2 Mubarok," pungkas Kiai Asep. (ris/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




