SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Bobby Soemiarsono optimistis metode Gampang, Asyik dan Menyenangkan (Gasing) akan mampu meningkatkan kemampuan literasi numerisasi atau berhitung di Jatim.
Optimisme tersebut disampaikannya saat menghadiri Sosialisasi Pembelajaran Matematika dengan Metode Gasing, Asyik dan Menyenangkan (Gasing) di Hotel Shangri-La Surabaya, Jumat (1/11).
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Salurkan BLT DBHCHT Rp2,5 Miliar untuk 2.508 Buruh Linting Sampoerna Rungkut II
- Produksi Padi Jatim Naik, Gubernur Khofifah Optimis Surplus Beras
- Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Tertinggi di Pulau Jawa
- Tanggung Akomodasi CJH ke Asrama Haji Surabaya, Komisi VIII DPR RI Apresiasi Pemprov Jatim
Pj. Sekdaprov Bobby mengatakan, sosialisasi ini sangat penting sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan literasi numerasi siswa di seluruh Jawa Timur.
"Jadi Metode Gasing ini adalah metode baru yang membuat anak anak sekolah lebih mudah belajar matematika sejak TK sesuai harapan dari Presiden Prabowo," ungkapnya.
Ia mengatakan, bahwa Metode Gasing sendiri dicetuskan oleh Prof. Yohanes Surya seorang ilmuwan dan pendidik yang telah berhasil merubah metode numerasi atau matematika menjadi metode yang disenangi.
"Tadi dijelaskan oleh pencetus Gasing yakni Prof. Yohanes Surya yang merupakan seorang ilmuwan dan pendidik bahwa anak anak di Papua dan Bojonegoro dari daerah terpencil terbukti setelah mendapat Metode Gasing mereka tertarik belajar matematika," ungkapnya.
Menurutnya, metode Gasing ini menawarkan pendekatan yang berbeda dari pembelajaran matematika konvensional, dengan tujuan membuat matematika lebih mudah, lebih menyenangkan, dan lebih dekat dengan keseharian siswa. Dalam metode Gasing, matematika diajarkan dengan cara yang gampang, asyik, dan menyenangkan.
"Metode Gasing ini membuat anak anak tertarik belajar bukan dipaksa belajar matematika," sebutnya.
Melalui metode ini, siswa diajak memahami konsep-konsep matematika dengan pendekatan yang lebih praktis dan aplikatif.
"Ini membantu siswa melihat matematika bukan hanya sebagai angka dan rumus yang sulit, tetapi sebagai bagian yang dapat diterapkan dalam kehidupan mereka sehari-hari," ungkapnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




