Manajemen Cargill bersama para wartawan dan pembicara saat media gathering. Foto: Ist.
"Bentuk penyampaianya bisa melalui data dan angka statistik juga berupa infografis yang berisi angka-angka dan data penting dalam pemberitaan yang disajikan dalam diagram. Data-data yang disampaikan berasal dari riset jurnalis atau mengutip data yang disampaikan oleh kembaga yang kredibel seperti Badan Pusat Statistik," jelas mantan peneliti Bappenas ini.
Acara ini juga menjadi platform bagi PT Cargill untuk memaparkan inovasi Smart Manufacturing, yang diakui dengan penghargaan Smart Factory oleh Kementerian Perindustrian.
Admin & Relations Manager, Adi Suprayitno, menjelaskan bahwa konsep ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan lingkungan dengan otomatisasi dan pemanfaatan data real-time.
"Kami memastikan operasional tetap aman bagi manusia dan lingkungan, serta berkomitmen terhadap keberlanjutan," ungkap Adi Suprayitno.
Adi juga menegaskan bahwa Cargill sangat menghargai masukan dari para jurnalis dalam membangun komunikasi yang berkualitas.
Sementara itu, M Syuhud Almanfaluty, mewakili KWG, menyampaikan PT Cargill berkomitmen dalam mendorong terjalinnya komunikasi antara kalangan industri dengan jurnalis, khususnya di Kota Gresik.
"Apalagi setiap penyelenggaraan media gathering senantiasa menghadirkan pembicara yang memberi wawasan baru atau merefresh pemahaman dunia jurnalistik," katanya.
Senada dikatakan Ketua PWI Kabupaten Gresik, Deni Ali Setiono. Ia mengapresiasi kegiatan media gathering ini. Tidak banyak perusahaan di Gresik yang intens berkomunikasi dengan jurnalis setempat.
"Sehingga media gathering yang diselenggarakan oleh Cargill ini menjadi contoh komitmen hubungan baik antara perusahaan dengan media," kata Deni. (hud/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




