Presiden BEM Unair Dapat Intimidasi, Dekan Bagong Suyanto Cabut Pembekuan BEM

Presiden BEM Unair Dapat Intimidasi, Dekan Bagong Suyanto Cabut Pembekuan BEM Karangan bunga yang menghebohkan itu. Foto: bangsaonline

Namun ia menegaskan ancaman tersebut tidak membuatnya takut. Untuk menghadapi situasi ini, Tuffa akan berkonsultasi dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) untuk langkah hukum lebih lanjut.

"Saya akan berkonsultasi dengan LBH untuk menindaklanjuti, meminta konsultasi apa tindakan yang perlu saya lakukan berikutnya," ujarnya.

Sebelumnya ramai diberitakan, BEM FISIP Unair sempat dibekukan dekanat kampusnya usai memasang karangan bunga bernada satire yang menyindir pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Selasa (22/10).

Karangan bunga itu ditempatkan di Taman Barat FISIP Unair dengan tulisan, 'Selamat atas dilantiknya jenderal bengis pelanggar HAM dan Profesor IPK 2,3, sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang lahir dari rahim haram konstitusi'.

Pada karangan bunga itu terdapat foto Prabowo dengan keterangan 'Jenderal TNI Prabowo Subianto Djojohadikusumo (Ketua Tim Mawar)' dan foto Gibran dengan keterangan 'admin Fufufafa'.

Di bagian bawah tertulis karangan bunga itu dari ', bajingan penghancur demokrasi'.

Nah, gara-gara karangan bung aitu Pengurus BEM FISIP kemudian dimintai keterangan Komisi Etik Fakultas, Jumat (25/10) pagi. Sore harinya, Dekanat FISIP Unair secara resmi membekukan kepengurusan BEM FISIP melalui surat No 11048/TB/UN3.FISIP/KM.04/2024 yang ditandatangani oleh Dekan FISIP Unair Prof Bagong Suyanto.

Bagong menegaskan alasan pihaknya membekukan kepengurusan BEM FISIP, ialah karena diksi 'bajingan' yang digunakan pada karangan bunga itu. Hal tersebut tak menunjukkan etika seorang mahasiswa.

Menurut dia, ucapan selamat kepada Prabowo-Gibran yang disampaikan BEM lewat karangan bunga bukanlah bentuk satire, tapi sudah masuk kategori hate speech atau ujaran kebencian.

"Itu bukan satire. Ini juga saya meluruskan. Itu sarkasme. Satire tidak seperti itu. Jadi yang saya persoalkan justru ini masuk pada wilayah hate speech," kata Bagong saat diwawancara di Kampus B Unair, Surabaya, Senin (28/10).

Namun, usai melakukan pertemuan dengan Tuffa dan jajaran pengurus BEM FISIP, Bagong akhirnya mencabut pembekuan itu.

"Kami sudah bertemu sudah berbicara dari hati ke hati, intinya detik ini juga dekanat akan mencabut SK (surat keputusan) pembekuan kepengurusan BEM FISIP Unair," ucapnya.

Bagong menjamin BEM atau mahasiswa FISIP Unair lainnya tetap mendapat kebebasan untuk menyampaikan aspirasi dan kritik sosial politik. Asal hal itu dilakukan dengan tanggung jawab dan tak keluar dari etika akademik. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Presiden RI Prabowo Subianto Siapkan Strategi Ciptakan Lapangan Kerja':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO