Diskusi yang digelar Situs Ndalem Pojok Gelar saat memperingati Hari Sumpah Pemuda tahun ini.
“Kita berharap bukan sekedar diskusi dan wacana-wacana. Kita berharap semua yang hadir berani mengangkat sumpah untuk mengabdi dan mencintai bangsa Indonesia dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berani bersumpah untuk tidak berkhianat terhadap bangsanya dan negaranya. Ini penting, kalau tidak berkhianat berarti kan tidak ada korupsi, kolusi dan nepotisme, Tidak akan berani mengambil kekayaan negara yang bukan haknya,” kata Ari Hakim LC.
Sedangkan, Kushartono, Ketua Harian Situs Ndalem Pojok, menambahkan bahwa harusnya sumpah itu dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan yang menyumpah juga harus sungguh-sungguh.
"Artinya kalau dia yang bersumpah itu dengan sengaja mengkhianati sumpahnya maka mestinya petaka akan menimpa dirinya. Nah kalau sumpahnya yang seperti ini, pasti siapapun mikir-mikir akan mengambil Sumpah Jabatan,” ucapnya.
"Artinya, siapa pun yang akan menjadi pejabat harus siap berlaku jujur, adil, tidak akan korupsi, nepotisme. Dan kalau nggak siap, ya nggak daftar jadi pejabat. Saya yakin masih banyak yang berani dan antre," imbuhnya.
Rangkaian tasyakuran Hari Sumpah Pemuda dan diskusi kebangsaan di Situs Soekarno diawali dengan acara doa bersama lintas agama, santunan anak yatim/fakir miskin, pentas seni budaya dan selamatan. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




