Calon Gubernur Jawa Timur Nomor Urut 2, Khofifah Indar Parawansa, menunjukkan tas anyaman jali produksi Kampung Campurejo, Ponorogo.
Pihaknya juga siap untuk memberikan pelatihan literasi market digital, peningkatan kualitas, memperluas pasar dengan harapan produk UMKM Jatim naik kelas dan go global.
"Kita dorong usaha yang dijalankan ibu-ibu di sini untuk bisa merambah pasar global. Maka naik kelas itu perlu. Sehingga mereka bisa mengakses pasar lebih luas dan go global," pungkasnya.

Sementara itu, Titik Sulistyaningrum menegaskan bahwa usaha ini mulai berkembang justru saat pandemi Covid-19. Di mana masyarakat banyak yang terkena dampak dirumahkan, sehingga ibu-ibu berupaya untuk mengembangkan apa yang bisa dikerjakan, demi dapur tetap mengepul.
"Ini terbuat dari anyaman jali. Kami menganyam untuk dijadikan tas, kotak tisu, aneka perabot plastik, dan juga hiasan rumah. Alhamdulillah, diminati pasar. Sehingga kami rutin mengirim ke Bali, Sulawesi, hingga Lombok," tegas Titik.
Bahkan, saat ini karyawan yang bekerja di usaha kerajinan tas ini sudah mencapai 130 orang. Hal ini menjadi kekuatan Kampung Campurejo, sehingga masyarakatnya bisa memiliki penghasilan dari usaha kerajinan tas.
"Sebanyak 130 tenaga kerja itu di beberapa kelompok desa. Alhamdulillah, semua berjalan lancar, bahan baku sudah sejauh ini tersuplai dari Sidoarjo dan beberapa pabrik di Ponorogo," tegasnya.
Di akhir, Titik optimistis Khofifah sukses kembali menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur sehingga bisa terus memberi penguatan bagi pelaku UMKM di Ponorogo dan Jawa Timur. (dev/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




