Kantor Desa Karangasem, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan.
Akhirnya, ia mencoba mengingat hal itu. Ia akhirnya ingat dengan Hp lamanya. Ia langsung menghubungi kerabatnya yang membeli Hpnya.
"Ternyata memang benar akun TikTok masih nyantol di HP lama, dan diposting menggunakan akun saya. Saudara saya juga tidak tahu itu akun miliknya yang digunakan,” paparnya.
Saat itu juga, Umar meminta kerabatnya untuk langsung menghapus postingan itu. Dan postingan video itu langsung dihapus seketika itu.
“Saya secara pribadi menyampaikan permohonan maaf kepada siapapun, kepada masyarakat atas postingan tersebut,” sambungnya.
Dia mengaku tidak ada niatan atau kesengajaan untuk memposting video yang mengandung unsur politik di dalam akun tiktok pribadinya.
“Ini murni salah paham saja, saya sekali lagi mohon maaf tidak ada maksud dan tujuan untuk tidak netral sebagai seorang ASN,” ungkapnya.
Umar paham betul larangan dan batasan – batasan seorang ASN saat proses Pilkada sudah berjalan. Maka, ia memahami betul aturan untuk menjaga sikap.
“InsyaAllah saya siap jika akan dimintai keterangan oleh pihak yang berwenang. Saya pastikan itu tidak ada unsur kesengajaan dan diluar kendali saya,” pungkasnya.
Namun, sekali lagi, ia memastikan bahwa postingan itu tidak bermaksud untuk mencederai proses demokrasi yang sedang berjalan saat ini. (ada/par/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




