Dansatgas TMMD Kediri Ingin Wayang Mbah Gandrung Dikenal Masyarakat Luas

Dansatgas TMMD Kediri Ingin Wayang Mbah Gandrung Dikenal Masyarakat Luas Pagelaran wayang Mbah Gandrung khusus untuk mendoakan pelaksanaan TMMD ke-122 di Desa Pagung agar berjalan aman dan lancar. Foto: Ist

Ditambahkan Siswoyo, bahwa wayang ini terbuat dari kayu, wayang ini bukan leluhurnya yang membuat tetapi saat ditemukan sudah berupa wayang didalam sebuah kayu.

Awal ditemukan, lanjutnya, dua wayang itu berupa Mbah Gandrung kakung dan Mbah Gandrung putri, namun tiga wayang lainya ditemukan sudah berada dalam kotak jadi satu dengan Mbah Gandrung yaitu Mbah Sedanapapa, Mbah Jaka Luwar, dan Mbah Semar.

"Pagelaran wayang Mbah Gandrung yang digelar kali ini untuk mendoakan pelaksanaan 122 Kodim 0809/Kediri yang dilaksanakan di Desa Pagung ini berjalan lancar sesuai harapan" harapnya.

Seperti diketahui, Wayang Gandrung adalah wayang cinta. Diyakini sebagai wayang asli Kediri. Wayang Gandrung bagi orang Kediri dan sekitarnya dianggap wayang mistis. Karena selalu dijamas dan hanya ditampilkan di bulan Suro atau kepentingan lain. Misalnya bagi mereka yang punya ujar (nazar).

Wayang Gandrung sangat unik. Saking uniknya, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia di era SBY, Jero Wacik, pernah memberikan penghargaan khusus kepada Mbah Kandar (almarhum) sang dalang, sebagai maestro seni tradisional.

Beberapa keunikan yang berhasil ditelusuri berdasarkan penuturan ahli warisnya, antara lain, wayang ini terlahir dari bongkahan kayu jati yang hanyut dan terdampar di sungai pada saat terjadi banjir di daerah Pagung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri sekitar abad 17. (uji/mar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO