KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur Periode 2019-2024, Khofifah Indar Parawansa, turut hadir dalam peresmian Bandara Dhoho Kediri sekaligus groundbreaking akses jalan tol di Kediri, Jumat (18/10/2024).
Dikatakan Khofifah, peresmian Bandara Dhoho oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, akan menjadi tonggak ungkitan ekonomi, kemajuan, dan pemerataan pembangunan di wilayah Kediri Raya dan selatan Jatim.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Salurkan BLT DBHCHT Rp2,5 Miliar untuk 2.508 Buruh Linting Sampoerna Rungkut II
- Produksi Padi Jatim Naik, Gubernur Khofifah Optimis Surplus Beras
- Jadi Guest Lecture Dies Natalis ke-39 UHT, Khofifah: SDM Maritim Unggul untuk Gerbang Baru Nusantara
- Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Tertinggi di Pulau Jawa
"Alhamdulillah bandara Dhoho yang sudah dioperasikan sejak April 2024 lalu hari ini telah diresmikan. Ini menjadi sarana akses penting bagi Jawa Timur, khususnya di wilayah Kediri Raya, Selingkar Wilis, dan wilayah selatan Jatim," tegas Khofifah.
"Yang tentunya kami optimis Bandara Dhoho akan mengungkit ekonomi masyarakat di Kediri Raya dan daerah selatan Jatim. Karena dengan adanya bandara ini, tak hanya akses transportasi terlayani, tapi distribusi logistik dan perdagangan juga akan terungkit," imbuhnya.
Sebagaimana diketahui, daerah Kediri Raya, Mataraman, dan Selingkar Wilis, memiliki kekuatan di sektor agropolitan. Produksi kopi, kakao, alpokat tanpa biji, serta nanas dan perikanan di daerah selatan Jatim begitu kuat.
Jika bandara ini semakin ramai rute penerbangan dan cargonya, maka akan sangat memungkinkan menjadi gerbang perluasan pasar sektor agropolitan Jatim. Apalagi bandara ini adalah bandara internasional.
Tidak hanya itu, Bandara Dhoho dikatakan Khofifah juga menjadi kekuatan luar biasa untuk membangun keseimbangan pertumbuhan pembangunan wilayah utara dan selatan Jawa Timur.
"Terlebih bandara ini juga akan ditunjang dengan akses tol. Tentu ini sangat membahagiakan bagi Jatim, karena akses dan konektivitas antar daerah akan sangat terdorong," ujar Khofifah.
Selain itu, Bandara Internasional Dhoho juga direncanakan akan turut melayani penerbangan haji dan umroh yang menyediakan direct flight ke Jeddah maupun Madinah.
"Dengan begitu, kita harap perjalanan haji dan umroh tidak akan hanya berpusat di Surabaya saja. Tapi bisa dilayani juga dari bandara ini," ujarnya.
"Bismillah semoga Bandara Dhoho akan semakin membuat Jawa Timur semakin maju dan membawa masyarakat sekitar Kediri Raya dan selatan Jatim semakin sejahtera," pungkasnya.
Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menuturkan, kehadiran Bandara Dhoho akan memberi konektivitas dan ekonomi di selatan Pulau Jawa.
Luhut mengungkapkan Bandara Dhoho menjadi proyek percontohan pertama di Indonesia dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), yakni proyek dari pihak swasta dan didukung oleh pemerintah.
"Kehadiran Bandara Dhoho Kediri ini mencerminkan kolaborasi efektif antara sektor publik dan sektor swasta," katanya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




