Razia di Eks Dolly, Pegawai PDAM Dicokok Polisi karena Ketahuan 'Jajan'

Razia di Eks Dolly, Pegawai PDAM Dicokok Polisi karena Ketahuan Kojing yang pegawai PDAM, bersama dua PSK dan pemilik wisma. (foto: rusmiyanto/BANGSAONLINE)

NR menujukkan tempat mana yang akan dipergunakan untuk memuaskan nafsu birahi, "Menuju rumah MYT, NR berangkat terlebih dahulu lantas Kojin menyusul," terang Iptu Budi Susanto.

NR menawarkan jasa esek-esek tanpa perantara atau mucikari. Ia mencari lelaki hidung belang melalui warkop-warkop di kawasan Putat. Kepada pria nakal, ia membanderol tubuhnya Rp 100 ribu-Rp 200 ribu sekali kencan. Harga itu sepaket dengan tarif kamar Rp 25 ribu.

Namun, Kojing membantah kalau dirinya digerebek petugas saat 'jajan' PSK. Dia mengaku saat itu hanya jalan-jalan dan berkaraoke di rumah MYT. Namun dia mengakui hasratnya kurang tersalurkan karena istrinya tinggal di desa. "Saya hanya nyanyi, setelah selesai istirahat di kamar. Tidak ngapa-ngapain," ucap Kojing.

NR sendiri mengaku terpaksa menjajakan dirinya untuk pemuas syahwat karena desakan ekonomi. Ia mengaku memiliki satu anak di desa yang harus dipenuhi kebutuhan hidupnya. Saat Dolly masih buka, ia mengaku bebas menjajakan tubuhnya ke lelaki hidung belang.

Tapi setelah Dolly ditutup, terpaksa wanita bertato di leher itu memasarkan diri di pinggir jalan secara diam-diam. "Saya pakai uangnya untuk kebutuhan ekonomi," ucap PSK bertubuh semampai itu. (yan/dur)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO