Ketua Peduli Kwarcab Lumajang, Syaiful Rizal Zarkasi (kaos biru).
Menurutnya, satu unit huntara tidak dibangun karena sejumlah pertimbangan. "Sisanya karena terkendala medan yang masih curam saat itu. Pembangunan dilakukan 3 tahap," jelasnya.
Bukan hanya huntara, Pramuka Peduli Lumajang juga membangun fasilitas di Bumi Semeru Damai (BSD) berupa gapura di pintu utama. Dalam pembangunan huntara, Pramuka Lumajang juga melibatkan Pramuka Peduli se-Jawa Timur.
Menurut Syaiful, huntara yang dikerjakan oleh Pramuka Peduli banyak diapresiasi oleh banyak pihak. "Pembangunan hunian kita tercepat, kualitasnya baik," ujarnya.
Ia menegaskan Pramuka Peduli Kwarcab Lumajang sudah semaksimal mungkin untuk membantu penyintas erupsi Semeru dari awal tahapan evakuasi, pengiriman bantuan sembako, dan kebutuhan sehari-hari saat korban erupsi masih di tenda-tenda darurat.
"Semua sudah tercatat," tegasnya.
Syaiful mengucapkan terima kasih kepada seluruh kwarcab se-Jatim dan Kwarda Jatim yang turut membantu tercapainya program tersebut.
"Semua sudah dilaporkan dengan baik," pungkasnya (ron/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




