Lawan Ujaran Kebencian, Khofifah Ajak Masyarakat Kuatkan Literasi Digital

Lawan Ujaran Kebencian, Khofifah Ajak Masyarakat Kuatkan Literasi Digital Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, saat berbaur dengan masyarakat.

MEKKAH, BANGSAONLINE.com - Ketua Umum PP , Indar Parawansa, secara khusus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-bersama melawan ujaran kebencian. Hal tersebut disampaikan bertepatan dengan Hari Internasional untuk Melawan Ujaran Kebencian yang jatuh pada hari ini, Selasa (18/6/2024).

Menurut , esensi peringatan saat ini cukup penting lantaran masyarakat sekarang cenderung sangat mudah terprovokasi, dan terlecut emosi dari ujaran kebencian yang disebarkan lewat jejaring sosial.

Ujaran kebencian juga didefinisikan sebagai segala bentuk komunikasi dalam bentuk ucapan, tulisan, atau perilaku yang menyerang atau menggunakan bahasa yang merendahkan atau diskriminatif dengan mengacu pada seseorang atau kelompok berdasarkan siapa mereka; dengan kata lain, berdasarkan agama, etnis, kebangsaan, ras, warna kulit, keturunan, jenis kelamin, atau faktor identitas lainnya.

Ujaran kebencian biasanya menyinggung beberapa topik sensitif, seperti xenofobia, rasisme dan intoleransi, atau menyerang terhadap tokoh tertentu. Ujaran kebencian biasanya juga semakin meningkat seiring dengan tahun politik.

“Perkembangan teknologi saat ini sangat memberi kebebasan masyarakat untuk mengunggah beraneka macam konten yang isinya bisa sangat dimungkinkan adalah hate speech atau ujaran kebencian,” kata .

“Dari unggahan itu, bermacam-macam tujuannya mulai dari menyebar hoaks, memicu konflik, dan memecah belah. Untuk itu kita sebagai pengguna internet dan media sosial, harus melawan adanya ujaran kebencian yang semakin hari semakin banyak merajalela,” imbuhnya.

Terutama jika melihat berdasarkan survei penetrasi internet Indonesia oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII 2024), Jawa Timur menduduki peringkat ke-2 sebagai provinsi dengan jumlah pengguna internet terbesar di Pulau Jawa, dengan total 34,06 juta pengguna.

Lebih lanjut dikatakan bahwa upaya yang bisa ditempuh dalam rangka melawan ujaran kebencian adalah melakukan filter. Sebagai masyarakat harus memiliki sensitivitas untuk memahami mana konten yang menggiring opini untuk memecah belah dan mengundang kebencian.

Lihat juga video 'Gila NU dan Orang NU Gila, Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (16)':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO