Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, saat berdoa di Masjid Kufah, Irak.
KUFAH, BANGSAONLINE.com - Ada sebuah masjid yang memiliki julukan sebagai salah satu Taman Surga di Bumi, yakni Masjid Kufah yang terletak di Kota Kufah, sekitar 17 kilometer selatan Baghdad, Irak. Bangunan tersebut memiliki banyak keunggulan, bahkan dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa salah satu wasilah masjid ini adalah barang siapa yang memasukinya maka dosanya akan terampuni.
Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, berkunjung ke sana. Bersama rombongan, ia menyempatkan diri untuk melaksanakan sholat dan bermuhasabah di masjid yang banyak disebut telah disinggahi seribu nabi ini, Jumat (31/5/2024).
BACA JUGA:
- Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026, Gubernur Jatim Ajak Ajak Kuatkan Toleransi
- Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 45 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan
- DPRD Jatim Terima LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif
- Dominasi Prestasi Nasional Raih 45.839 Medali di SIMT , Gubernur Khofifah Sampaikan Hal ini
“Masjid Kufah adalah salah satu taman surga di bumi, karena seribu nabi dan seribu washi telah shalat di sana, dan barang siapa memasukinya maka dosanya akan terampuni,” kata Khofifah.
Masjid Kufah merupakan masjid besar bagi umat Islam. Menurut beberapa riwayat, orang pertama yang mendirikan Masjid Kufah adalah Nabi Adam as yang kemudian direkonstruksi oleh Nabi Nuh as setelah badai.

Bahkan bagi kaum muslim Syiah, masjid ini merupakan masjid penting keempat setelah Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjid al-Aqsa. Khofifah mengatakan, Masjid Kufah memiliki banyak Maqam atau kedudukan yang menjadi tempat yang digunakan untuk beribadah dan tempat-tempat penting yang populer.
Antara lain yang pertama adalah Rahbah Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib. Di tahun 36 Hijriyah Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib Karramallahu wajhah datang ke Masjid Kufah. Dan rahbah ini adalah tempat yang dulu digunakan Sayyidina Ali untuk menjawab pertanyaan umat tiap sebelum shalat atau pada kesempatan lain.
Begitu menetap di Kufah, Sayyidina Ali mengajarkan tafsir al-Quran dan ilmu-ilmu lainnya. Di sana beliau memiliki banyak murid di antaranya adalah Kumail bin Ziyad dan Ibnu Abbas.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




