Khofifah Indar Parawansa (dok. Ist)
JAKARTA,BANGSAONLINE.com - Khofifah Indar Parawansa merespon isu Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) digabung di rencana kabinet Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo-Gibran.
Eks Gubernur Jawa Timur itu mengungkapkan alasan dirinya tak setuju jika kedua kementerian tersebut digabung.
BACA JUGA:
- Panen Raya Jagung di Tuban, Presiden Prabowo Puji Inovasi Pangan yang Dilakukan Polri
- Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026, Gubernur Jatim Ajak Ajak Kuatkan Toleransi
- Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 45 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan
- DPRD Jatim Terima LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif
Menurutnya, urusan perempuan dan anak bukanlah persoalan sederhana. Apalagi, Kemensos bekerja tak melulu soal 'charity'.
"Sebaiknya tidak, urusan perempuan, urusan anak bukan sekedar sesuatu yang sederhana," kata Khofifah dalam acara Bintek dan Rakornas PAN di JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (10/5/2024).
"How to empower, how to protect them itu tidak sederhana dan di UN juga ada cukup banyak sidang-sidang umum terkait pemberdayaan perempuan perlindungan perempuan juga perlindungan anak," sambungnya.
Khofifah yang pernah menjabat sebagai Menteri Sosial itu, tak ingin Kemensos dilihat sebagai lembaga yang hanya sekadar memberi bantuan dan perlindungan sosial.
Karena di dalam Kemensos, menurut Khofifah, terdapat banyak proses di luar 'charity' untuk masyarakat.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




