Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak. Foto: BANGSAONLINE
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Berkali-kali Khofifah Indar Parawansa mendapat “rayuan politik” untuk bersanding dengan calon wakil gubernur (cawagub) yang disodorkan berbagai kalangan pada Pemilihan Gubernur Jawa Timur yang akan berlangsung pada 27 November 2024 mendatang.
Tapi Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU itu bergeming alias diam saja. Ia tetap memilih Emil Elestianto Dardak sebagai cawagub. Ia selalu mengatakan bahwa dirinya merasa lebih nyaman dan produktif dengan Emil.
BACA JUGA:
- WFH ASN Jatim Bergeser ke Jumat Mulai Juni, Gubernur Khofifah: Ikuti Arahan Mendagri
- Pecel Masuk 10 Besar Salad Terbaik Dunia, Khofifah: Bukti Kuliner Jatim Mendunia
- Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026, Gubernur Khofifah Hadir di Layanan Kegiatan Jawara
- Luar Biasa! 318 Santri Amantul Ummah Lolos UTBK-SNBT, Banyak yang Hafal Quran
Jawaban Khofifah hanya itu. Singkat. Yang intinya menolak cawagub lain secara halus.
Lalu kenapa Khofifah merasa sangat cocok dengan Emil? Ternyata Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim punya alasan menarik. Ia 'membocorkan' kepada BANGSAONLINE.
Menurut pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amantul Ummah Surabaya dan Mojokerto Jawa Timur itu, wajar Khofifah merasa lebih nyaman dengan Emil Dardak.
"Karena Pak Emil tidak neko-neko," kata Kiai Asep kepada BANGSAONLINE suatu ketika.
"Pak Emil tak pernah menuntut macem-macem," tambahnya.
Selain itu, kata Kiai Asep, Emil Dardak sangat santun.
"Karena itu kiai-kiai banyak yang senang," tegas Kiai Asep yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu).
Kiai Asep juga mengaku mendapat informasi dari berbagai pihak - termasuk dari jajaran birokrasi - bahwa Emil Dardak memang tak pernah neko-neko.
Bahkan, kata Kiai Asep, selama lima tahun mendampingi Khofifah sebagai gubernur, Emil selaku wagub tak ada friksi atau konflik berarti.
"Hubungan mereka baik-baik saja," tegas Kiai Asep.
Kalau ada friksi, kata Kiai Asep, bukan masalah prinsip. Dan segera selesai.
Karena itu, wajar jika Khofifah merasa lebih nyaman dan produktif dengan Emil Dardak.
"Untuk periode kedua ini Bu Khofifah kan perlu fokus. Karena itu perlu didampingi wakil gubernur yang sudah berpengalaman. Justru harus bisa membantu program strategis yang dicanangkan Bu Khofifah selama lima tahun," kata Kiai Asep yang populer sebagai kiai gemar bersedekah.
Intinya, kata Kiai Asep, jika berpasangan dengan Emil, Khofifah tak perlu waktu adaptasi lagi karena sudah pernah berduet selama ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




